ISPU Kutai Barat Tembus 447; Kategori Bahaya, Kabut Asap Mengancam Kesehatan Warga

05 Oktober 2026

SENDAWAR, takanews.com – Kualitas udara di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur, kembali memburuk. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di wilayah Sendawar pada Minggu (4/10/2026) mencapai 447, dengan parameter kritis Particulate Matter 2.5 (PM2.5).

Angka tersebut menempatkan kualitas udara pada kategori berbahaya dan menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan sehari sebelumnya. Pada Sabtu (3/10/2026) pukul 17.00 WITA, ISPU masih berada di angka 271 atau kategori sangat tidak sehat.

Meningkatnya konsentrasi PM2.5 menjadi perhatian serius karena partikel berukuran sangat kecil tersebut dapat terhirup hingga masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama ketika masyarakat terpapar dalam waktu cukup lama.

Kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah kawasan di Kubar juga membuat masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kubar, Barnabas, menyebut paparan udara tercemar dapat memicu sejumlah keluhan kesehatan.

Keluhan yang dapat muncul antara lain batuk, pilek, sesak napas hingga mata perih. Paparan asap juga berpotensi meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Kelompok Rentan Diminta Waspada

Kondisi udara dengan kategori berbahaya menjadi perhatian khusus bagi kelompok rentan, seperti bayi, balita, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki riwayat asma dan penyakit jantung.

Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama ketika kabut asap sedang tebal. Masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan juga dianjurkan menggunakan masker untuk membantu mengurangi paparan partikel pencemar.

Warga diminta tidak mengabaikan gejala kesehatan yang muncul. Batuk berkepanjangan, sesak napas, atau iritasi mata di tengah kondisi udara yang buruk perlu menjadi perhatian dan segera dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan apabila keluhan berlanjut.

Udara Memburuk, Aktivitas Warga Perlu Dibatasi

Lonjakan ISPU dari 271 menjadi 447 dalam waktu relatif singkat menjadi sinyal bahwa kondisi kualitas udara di Kubar masih belum aman. Masyarakat diharapkan terus memantau perkembangan kualitas udara dan menyesuaikan aktivitas sehari-hari.

Di tengah kabut asap yang masih menyelimuti wilayah tersebut, menjaga kesehatan bukan lagi sekadar pilihan, tetapi menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko paparan polusi udara.

Keselamatan warga harus menjadi prioritas, terutama ketika kualitas udara telah berada pada level berbahaya. (*)