Karhutla Kaltim Makin Meluas, 2.505 Hektare Lahan Terbakar Hanya dalam 21 Hari selama September 2026

SAMARINDA, takanews.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) terus menunjukkan peningkatan sepanjang September 2026.
Dalam waktu hanya 21 hari, sejak 1 hingga 21 September 2026, luas lahan yang terbakar di Kaltim telah mencapai sekitar 2.505 hektare.
Angka tersebut berasal dari 608 kejadian karhutla yang tercatat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kaltim.
Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan mengatakan kondisi September menjadi perhatian karena kebakaran terjadi ketika sebagian wilayah Kaltim masih menghadapi kondisi kering dengan curah hujan yang minim.
“Pada bulan September ini saja, luasan lahan yang terbakar mencapai sekitar 2.505 hektare dengan total 608 kejadian terhitung sejak tanggal 1 hingga 21 September 2026,” kata Buyung dalam konferensi pers penanganan karhutla dan kekeringan di Samarinda, Rabu (23/9/2026).
Total Karhutla Kaltim Capai 6.333 Hektare
Jika dihitung sejak awal 2026, skala karhutla di Kaltim jauh lebih besar.
BPBD Kaltim mencatat hingga 21 September 2026 terdapat 1.470 kejadian kebakaran dengan total luas lahan terdampak mencapai sekitar 6.333 hektare.
Sebagai perbandingan, hingga akhir Agustus 2026, luas lahan yang terbakar tercatat sekitar 3.828 hektare.
Artinya, sepanjang September saja terjadi tambahan sekitar 2.505 hektare lahan terbakar.
Buyung menyebut peningkatan kasus mulai terlihat sejak Agustus 2026, ketika luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 3.300 hektare.
Kondisi ini membuat periode September menjadi salah satu fase yang perlu mendapat perhatian serius.
Lahan dan vegetasi yang semakin kering membuat api lebih mudah menyebar, terutama ketika tidak segera dilakukan penanganan.
Paser Catat Kejadian Terbanyak
Sebaran karhutla di Kaltim tidak merata. Dari sisi jumlah kejadian, Kabupaten Paser mencatat angka tertinggi dengan 371 titik kejadian.
Sementara itu, jika dilihat dari luas lahan yang terdampak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi wilayah dengan luasan terbesar, yakni sekitar 2.026 hektare.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa tingginya jumlah titik kebakaran tidak selalu berbanding lurus dengan luas lahan yang terbakar.
Karakteristik bentang wilayah yang luas menjadi salah satu faktor yang membuat luasan kebakaran di Kukar cukup besar.
4.500 Hektare Terbakar di Luar Kawasan Hutan
BPBD Kaltim juga memetakan lokasi kebakaran berdasarkan kawasan.
Dari total sekitar 6.333 hektare lahan yang terbakar sejak Januari hingga 21 September 2026, sekitar 4.500 hektare berada di luar kawasan hutan.
Sementara sekitar 1.700 hektare lainnya berada di dalam kawasan hutan.
Kebakaran di luar kawasan hutan menjadi perhatian karena lokasinya dapat berdekatan dengan permukiman warga, lahan masyarakat hingga kawasan perkebunan produktif.
Jika tidak segera dikendalikan, api berpotensi menjalar ke area lain seiring kondisi lahan yang kering.
Kelalaian Manusia Masih Jadi Sorotan
Selain faktor cuaca, BPBD Kaltim menyoroti faktor manusia dalam munculnya titik api.
Cuaca kemarau dan vegetasi yang mengering disebut mempercepat penyebaran api. Namun, kelalaian manusia masih menjadi salah satu faktor utama pemicu awal kebakaran.
Karena itu, masyarakat kembali diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran ketika membuka maupun membersihkan lahan.
Buyung menegaskan dampak pembakaran lahan tidak hanya dirasakan di sekitar lokasi awal.
“Kami terus mengingatkan siapa pun untuk tidak melakukan pembakaran lagi. Sebab dampaknya bukan hanya dirasakan di sekitar lokasi saja, tetapi bisa menyebar ke wilayah lain,” tegasnya.
Pemetaan Lahan Terbakar Diperkuat
Mengantisipasi meluasnya karhutla, BPBD Kaltim bersama pemerintah kabupaten dan kota terus memperkuat pemetaan wilayah terdampak.
Pemerintah desa dan kelurahan turut dilibatkan untuk mengonfirmasi status dan kepemilikan lahan yang terbakar.
Langkah tersebut penting untuk mengetahui pola kejadian sekaligus membantu pemerintah menentukan strategi pencegahan dan penanganan secara lebih tepat.
Di sisi lain, penanganan titik api terus dilakukan melalui sinergi lintas sektor di tengah kondisi curah hujan yang masih minim.
BPBD Ingatkan Warga
BPBD Kaltim mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah yang memiliki vegetasi kering dan rawan karhutla.
Masyarakat juga diminta menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar.
Sebab, api yang awalnya kecil dapat dengan cepat meluas ketika berhadapan dengan kondisi lahan yang kering dan angin.
Data Karhutla Kaltim hingga 21 September 2026:
- September 1–21: 608 kejadian, sekitar 2.505 hektare terbakar.
- Januari–21 September: 1.470 kejadian, sekitar 6.333 hektare terbakar.
- Paser: 371 kejadian, terbanyak berdasarkan jumlah titik.
- Kutai Kartanegara: sekitar 2.026 hektare, terluas berdasarkan luasan terdampak.
- Sekitar 4.500 hektare kebakaran terjadi di luar kawasan hutan.
- Sekitar 1.700 hektare terjadi di dalam kawasan hutan.
Karhutla belum berakhir. Kewaspadaan dan pencegahan menjadi kunci agar titik api tidak kembali meluas. (*)
