Penguatan Pariwisata Digital dan Retribusi Daerah Berbasis Elektronik, Bapenda Kutai Barat Studi Tiru ke Banyuwangi


SENDAWAR, takanews.com – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kutai Barat, melalui Prakom Yakin Masiku, bersama perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Timur melakukan studi tiru, terkait Penguatan Pariwisata Digital dan Retribusi Daerah Berbasis Elektronik di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Prakom Yakin Masiku mengungkapkan, melalui studi tiru ini, diharapkan dapat diperoleh gambaran serta masukan-masukan yang membangun khususnya dalam sektor pariwisata dan pengelolaan retribusi daerah di Kabupaten Kutai Barat.
“Melalui studi tiru ini, Kabupaten Kutai Barat ke depan direncanakan dapat mengimplementasikan sistem elektronifikasi pengelolaan retribusi sebagaimana yang sudah berjalan di Kabupaten Banyuwangi. Sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik, cepat, akurat, transparan, akuntabel serta dapat meningkatkan penerimaan retribusi kedepan,” harapnya.
Ditambahkan, kegiatan ini merupakan gagasan dari Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur. Dengan tujuan
untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas anggota TP2DD (Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah) di Provinsi Kalimantan Timur.
Rombongan dari Kaltim, yang terdiri dari para kepala Bapenda kabupaten/kota dan provinsi, juga keuangan, diterima Asisten Pemerintahan & Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Banyuwangi, Mohamad Yanuarto Bramuda, Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Banyuwangi Budi Santoso, serta Kepala Bapenda Banyuwangi, Syamsudin.
Adapun materi yang disampaikan, adalah bagaimana transformasi digital yang terjadi di Kabupaten Banyuwangi, sinergi antar OPD yang menghasilkan aplikasi atau sistem yang saling terintegrasi.
Begitu pun pentingnya infrastruktur yang membantu pelayanan publik, seperti infrastruktur IT yang sudah dapat mendukung secara optimal pengeloaan pajak dan retibusi daerah di Kabupaten Banyuwangi.
Selain itu pentingnya sinergi antar pihak terkait dalam bersama-sama melakukan kolaborasi dan inovasi dalam upaya mendukung peningkatan PAD.
Dalam kesempatan ini, Assistant Vice President Digital Banking Bank Jatim, Hendri juga ikut menyampaikan beberapa materi tentang Strategi Bank Jatim Dalam Optimalisasi ETPD. Lalu dilanjutkan dengan Studi Tiru di lokasi wisata yang sudah mengimplementasikan sistem digital dalam pencatatan pengunjung, yaitu De Djawatan Forest.
Pariwisata berbasis elektronik ini dilakukan untuk mempermudah Pemda dalam melakukan monitoring pendapatan retribusi yang ada di wilayahnya. (adv)
