Bupati Nunukan Asmin Laura Berhasil Turunkan Angka Kemiskinan, Kini Jadi 5,53 Persen

17 Oktober 2024

NUNUKAN, takanews.com – Angka kemiskinan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) terus mengalami penurunan sejak 2017 hingga 2023.

Hal ini, tidak terlepas dari keberhasilan Bupati Nunukan Asmin Laura selama 10 tahun memimpin, yang kini telah jelang akhir masa jabatannya selama dua periode.

“Pada 2017 angka kemiskinan Nunukan berada pada 6,71 persen. Angka kemiskinan tersebut terus mengalami penurunan hingga tahun 2023 menjadi 5,53 persen,” kata Asmin Laura.

Menurut Laura berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan untuk menurunkan angka kemiskinan di daerahnya.

“Ada sejumlah program kami lakukan diantaranya pengurangan beban pengeluaran masyarakat melalui program bantuan sosial, bantuan subsidi ongkos angkut, bantuan beasiswa bagi masyarakat miskin, subsidi ongkos angkut barang dan penumpang,” ucapnya.

Tak hanya itu, Laura mengaku bahwa Pemkab Nunukan juga melalukan program bantuan baru pasang listrik bagi masyarakat kurang mampu yang bersumber dari APBN sebanyak 439 KK (kepala keluarga).

“Selain dari APBN juga dari APBD provinsi sebanyak 403 KK, bantuan subsidi sambungan rumah air bersih. Kemudian sejak tahun 2016 hingga 2023 kami telah memberikan bantuan rumah tidak layak huni sebanyak 3.459 unit yang pendanaannya bersumber dari APBN dan APBD Kabupaten Nunukan,” ujarnya.

Selanjutnya, Pemkab Nunukan juga memberikan perlindungan jaminan sosial, serta pelayanan jemput bola administrasi kependudukan di 21 kecamatan.

Selain itu, program berikutnya yakni peningkatan pendapatan masyarakat melalui bantuan sarana dan prasarana sektor pertanian serta perikanan.

Termasuk bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), serta bantuan pendidikan dan pelatihan bagi pencari kerja.

“Pogram ketiga untuk menurunkan angka kemiskinan yakni penurunan jumlah kantong-kantong kemiskinan. Terutama kemiskinan ekstrim melalui peningkatan insfrastruktur jalan jembatan, infrastruktur pendidikan, dan kesehatan serta perekonomian,” ungkap Laura. (Adv)