Gubernur Zainal Tawari Investor asal Kanada dan Polandia untuk Berinvestasi ke Kaltara

DENPASAR, takanews.com – Kalimantan Utara (Kaltara) sebagai provinsi termuda di Pulau Borneo masih memiliki banyak potensi pembangunan dari pelbagai sektor. Mulai pengembangan infrastruktur, industri hospitality, kawasan ekspor-impor, hingga pengembangan sumber daya alam dan sumber daya manusia.
Sebagai salah satu upaya menggaet investor untuk mempercepat pembangunan di Kalimantan Utara, Gubernur Kaltara Dr. (H.C.) H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum melakukan pendekatan-pendekatan dengan investor.
Salah satunya yang dilakukan beberapa hari lalu. Gubernur melakukan pertemuan dengan investor dari Kanada dan Polandia, Saleh Tjandra, B.Sc. dan Boris J. Bogaczewicz, MBA pada Minggu (5/5/2024).

Dalam pertemuan yang dilangsungkan di Denpasar, Bali ini, gubernur Zainal menawarkan, dan mendiskusikan peluang investasi di Kaltara.
Di antara objek investasi yang dilirik oleh investor tersebut, kata Gubernur Zainal, adalah pembangunan pelabuhan perikanan, industri migas, penguatan jalur distribusi Liquefied Natural Gas (LNG), hingga melirik pengembangan ekosistem Electrical Vehicle (EV) atau biasa disebut mobil listrik.
Direncanakan kedua investor tersebut akan berkunjung ke Kaltara pada Bulan Agustus untuk meninjau lokasi yang berpotensi untuk dikembangkan.
Hampir seluruh wilayah di Provinsi Kaltara menjadi objek pengembangan investasi karena masih banyak yang bisa dimanfaatkan tentunya dengan memperhatikan kondisi alam dan sumber daya manusia.
“Sumber daya alam Kaltara yang masih asri harus dirawat agar percepatan pembangunan tidak mengganggu keseimbangan ekosistem,” kata Gubernur Zainal.
Begitu juga dengan pengembangan sumber daya manusia, dalam kesempatan di Bali, Pemerintah Provinsi Kaltara telah melakukan kunjungan ke lokasi Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) milik PT. Shamrock Management Energy di Kabupaten Badung.
Di LPK ini, merupakan sarana lembaga pelatihan untuk meningkatkan sumber daya manusia di Kaltara agar siap bersaing di level industri mancanegara. (*/dkisp)
