21 Hektare Kebun Kakao Ada di Sekatak

17 Agustus 2023

Bulungan, takanews.com – Terdapat 21 hektare area kebun yang telah ditanami Kakao dan terdapat potensi 60 hingga 80 hektare lagi yang dapat dikembangkan di 3 desa di Kecamatan Sekatak. Hal itu disampaikan dalam penyerahan bantuan bibit Kakao secara simbolis oleh Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si dan Wakil Bupati Bulungan, Ingkong Ala, SE, M.Si di Desa Sekatak Pungit pada Rabu (16/8).

Bibit Kakao disalurkan Pemerintah Kabupaten Bulungan melalui Dinas Pertanian kepada 5 kelompok tani (Poktan) di Sekatak yaitu Poktan Maspul , Tawu Mulia dan Tunas Mekar Desa Pungit, Poktan Pentian Sejahtera Desa Pentian serta Poktan Kalembuku Desa Maritam.

Kepala Desa Sekatak Pungit, Kesdi Siung mengungkapkan, saat ini di wilayahnya sudah tertanam 17 ribu bibit Kakao di mana sebagian sudah panen dan sebagian masih masa pertumbuhan.

“Dengan adanya bantuan ini mudah-mudahan masyarakat petani lebih semangat lagi untuk Bertani atau berkebun,” ucapnya. Plt Kepala Dinas Pertanian, Syahruddin, S.PKP menambahkan, pihaknya mengupayakan 3 desa yaitu Desa Pungit, Bengara dan Petian di Sekatak diintegrasikan sebagai kawasan perkebunan maupun ekowisata.

“Potensi lahan yang ada yang bisa dikembangkan sekitar 60 hingga 80 hektare,” ungkapnya. Dilanjutkan, selain Kakao, potensi lahan yang ada dapat ditanami tanaman buah lainnya seperti Lengkeng, Rambutan dan Durian. Selain perkebunan, potensi ekowisata berupa sungai berbatu dan lahan berbukit yang tidak terlalu jauh dari jalan besar.

Bupati Bulungan menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas upaya Dinas Pertanian serta masyarakat petani mendukung visi Mewujudkan Kabupaten Bulungan yang Berdaulat Pangan, Maju dan Sejahtera. Diterangkan, kedaulatan pangan tidak semata beras namun dalam arti luas termasuk tanaman buah-buahan.

Bupati mengingatkan, penanaman produk pertanian harus sesuai dengan kondisi lahan yang ada, jangan dipaksakan seragam karena 74 desa ataupun kelurahan di Bulungan memiliki kondisi berbeda-beda.

“Jadi di satu desa ini cocoknya ditanam padi, mungkin di desa lain cocoknya merica, kemudian di desa lainnya cocok ditanami kakao sehingga produk yang dihasilkan nanti betul-betul menjadi produk unggulan desa,” pesan Bupati.