
TANJUNG SELOR, takanews.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Utara, telah menyelesaikan permasalahan yang terjadi di SMAN 1 Tanjung Palas Tengah.
Kedua belah pihak saat ini sudah berdamai dan akan kembali bersinergi dalam memberikan pelayanan pendidikan.
Sekretaris Disdikbud Kaltara, Sudarsono, sekaligus selaku Ketua Tim Investigasi dan Penanganan Masalah SMAN 1 Tanjung Palas Tengah mengatakan, pihaknya sudah memfasilitasi pertemuan kedua di awal pekan ini.
Dalam pertemuan tersebut, disampaikan hasil keputusan dari Disdikbud Kaltara berdasarkan hasil investigasi. Kemudian dilanjutkan dengan jabat tangan bersama sebagai simbol sinergitas kedua belah pihak.
Secara teknis, Disdikbud Kaltara memberikan teguran tertulis kepada Kepala SMAN 1 Tanjung Palas Tengah atas polemik yang memicu adanya aksi unjuk rasa sejumlah guru dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah pada awal bulan ini.
Pemberian teguran tertulis disampaikan dalam pertemuan yang dihadiri kedua belah pihak. Sebelumnya, tim telah melakukan mediasi dan investigasi awal pada tanggal 5 September 2022. Pemberian teguran tertulis dipastikan sebagai keputusan yang adil dan berdasarkan ketentuan terkait.
“Kami sudah mengeluarkan putusan seadil-adilnya berdasarkan hasil pemeriksaan dan investigasi yang dibantu oleh pengawas sekolah,” kata Sudarsono, Selasa (13/9/2022).

Secara teknis, pihak pengawas sekolah sudah mencari bukti atas sejumlah item yang menjadi keluhan kepada kepala sekolah. Pihak kepala sekolah juga mengakui sejumlah bukti yang ditemukan. Utamanya soal penyampaian teguran yang kurang tepat.
“Hasilnya telah diakui kepala sekolah, beliau mengaku kurang tepat ketika melakukan peneguran kepada bawahan. Dimana terkadang langsung di depan orang banyak dan siswa. Kepala sekolah sudah mengakui kesalahannya tersebut dan berjanji akan berubah lebih baik lagi,” paparnya.
Sudarsono memaparkan, pemberian teguran tertulis sudah berdasarkan aturan perundang-undangan tentang hukuman disiplin pegawai. Pihak yang bersangkutan diharap tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari.
“Alhamdulillah, semua pihak bisa menerima. Kepala sekolah menerima, para guru yang diwakili Kepala TU juga sampaikan oke pak, kami menerima,” ujarnya.
Pihaknya juga meminta agar kepala sekolah memenuhi permintaan untuk menyampaikan permohonan maaf kepada para guru dan tenaga kependidikan di sana. Momen tersebut berlangsung kemarin, atau satu hari setelah mediasi kedua.
“Beliau sebagai kepala sekolah bersedia meminta maaf kepada teman teman guru. Hari ini (kemarin) ada dua pengawas yang bertugas kesana untuk mengawal dan memfasilitasi perdamaian,” kata Sudarsono.
Sudarsono berharap silaturahmi dan sinergitas di SMAN 1 Tanjung Palas Tengah bisa semakin kuat paska persoalan ini. Ia berharap permasalahan yang terjadi bisa dijadikan pelajaran oleh kedua belah pihak.
“Permasalahan yang lalu cukup kita jadikan pelajaran. Mari kita membangun pendidikan bersama yang lebih maju di sana. Apalagi di sana banyak anak-anak yang berprestasi. Dengan bersatunya kepala sekolah, guru dan yang lainnya, ke depan pasti lebih banyak generasi berprestasi yang dapat dihasilkan,” pungkasnya.(*)
