Meriah, Semarak HUT ke-77 RI Ala Disdikbud Kaltara

17 Agustus 2022
Sekda Prov Kaltara H Suriansyah ikut menyaksikan kemeriahan HUT RI di Kantor Disdikbud Kaltara, Selasa (16/08/2022).

TANJUNG SELOR, takanews.id – SUARA riuh rendah tiada berhenti sejak Selasa (16/8) pagi. Sorak sorai penonton mengiringi lomba memasak nasi goreng di selasar kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Utara. Menghangatkan suasana yang pagi itu sedang rinai-rinai.

Ya, OPD pengampu urusan pendidikan level provinsi ini turut memeriahkan peringatan HUT ke-77 Republik Indonesia.

Sembilan tim dengan masing-masing beranggotakan dua orang unjuk gigi kelihaian menyajikan masakan khas Indonesia itu. Peserta yang berpasang-pasangan adalah perwakilan sekretariat/ bidang, UPT, dan pengawas sekolah.

Tak melulu aktivitas memasak yang identik dengan perempuan, komposisi berdasar jenis kelamin justru berimbang. Dari 9 tim (18 orang), sembilan orang dari antaranya adalah pria.

Ada duet peserta perempuan – perempuan, pria – perempuan, dan pria – pria. Mereka bersaing merebut hati dewan juri memeroleh predikat juru racik olah rasa terbaik.

Tak main-main, salah seorang juri dalam perlombaan ini adalah PNS karier tertinggi di Kaltara: Sekretaris Provinsi Suriansyah. Dua lainnya, yakni Kepala Disdikbud Kaltara Teguh Henri Sutanto dan Sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan Kaltara Diana Risnawati.

“Durasi waktu lomba adalah 25 menit. Dalam hitungan mundur, saya hitung tiga… dua… satu… Mulai!” ucap Sekretaris Disdikbud Kaltara Sudarsono memandu jalannya lomba.

Tangan para peserta bergegas mengambil dan mengolah bumbu dari mengupas, memotong, hingga mengulek. Aturan main dari panitia, semua dilakukan manual, tanpa pelumat bumbu elektronik.

Tak ayal membuat detak jantung berpacu seiring waktu yang terus berjalan. Air muka serius tak bisa disembunyikan. Sekalipun perlombaan ini hanya untuk seru-seruan.

Di tengah jalannya lomba sesekali peserta melempar candaan untuk mencairkan suasana. “Jangan semangat, tetap putus asa,” ucap Bayu dan Sufriadi kompak, peserta perwakilan Bidang Pembinaan SMA, lantas mengundang gelak tawa penonton.

“Nomor 4, Pak” sambung keduanya heboh melempar kode nomor peserta ke juri yang melihat-lihat aksi memasaknya.

Madarina, peserta lainnya dari Bidang Pembinaan Ketenagaan, menyeletuk, “Hidup anak kos (indekos).”

Tak mau kalah dengan yang “berdarah muda”, perwakilan pengawas sekolah, Khoirul Anam beraksi dengan sesekali mengetuk-ngetukkan sodet ke wajan. “Ting.. Ting.. Ting..,” bunyi ketukan di sela-sela mengaduk nasi goreng yang sedang dimasak. “Wow,” kata penonton sembari bertepuk tangan.

Para peserta seolah sudah mempersiapkan diri dengan berbagi peran. Ada yang memasak bahan masakan utama, ada pula yang sekadar menyiapkan penghias hidangan.

Dari UPT Taman Budaya, sampai-sampai berlatih di rumah sehari sebelumnya untuk menyimulasikan waktu yang dihabiskan yakni 18 menit untuk menyajikan menu yang diberi nama nasi goreng enggang. Diberi nama demikian karena disajikan dalam setengah nanas yang telah dilubangi dan tunas mahkota tetap menempel yang menyerupai paruh dan jambul enggang.

Kostum yang dikenakan peserta turut memantik perhatian. Dari baju, apron (celemek), topi ala chef hingga ada yang menonjolkan etnik budaya dan warna khas perayaan HUT RI: merah dan putih.

Waktu yang terus berjalan, tidak terasa sudah di pengujung lomba. Sudarsono memberi tahu bahwa waktu segera berakhir. “Ketika hitungan 1, semua berhenti. 3… 2… 1… Selesai. Sekarang waktunya juri menilai,” ujarnya.

Kepala Disdikbud Teguh mencicipi nasi goreng yang diolah perwakilan Sekretariat. Beberapa saat setelah mengunyah, Teguh mengangkat jempol. “Hati-hati terkecoh dengan jempol Pak Kadis. Di depan dikasih jempol, tapi di belakang nilainya beda (dikasih rendah),” seloroh Sudarsono.

Juri lainnya, Diana yang menghampiri meja masak pengawas menyebut, nasi mawut yang dibuat pantas diberi harga Rp 35 ribu.

Dari penilaian akhir dewan juri, tim pengawas sekolah, Khoirul Anam dan Umi Cholifah yang menjadi juara 1. Disusul peringkat kedua dan ketiga secara berurutan adalah tim Sekretariat dan UPT Taman Budaya.

Sekretaris Provinsi Kaltara Suriansyah di sela kesibukan menyempatkan diri hadir dan turut menyumbangkan tiga tembang yang diakhiri berjudul Kemesraan milik Iwan Fals.

“Tetap jaga semangat kebersamaan dan kekompakan ini. Mari sama-sama tingkatkan kinerja demi sama-sama mengawal dan mewujudkan visi misi Pak Gubernur. Semoga apa dilakukan pagi ini bisa diikuti badan dan dinas yang lain memeriahkan HUT RI. Merdeka. Merdeka. Merdeka,” ucapnya dalam sambutan, mengakhiri.

Selama dua hari, tanggal 15-16 Agustus 2022, Disdikbud Kaltara menyelenggarakan perlombaan di internal. Adapun perlombaan yang dihelat pada hari pertama, lomba makan kerupuk, balap karung, dan bakiak. Selain itu, lomba tarik tambang dan mengisi air.

Sementara itu, pada hari kedua, setelah lomba memasak nasi goreng langsung dilanjutkan lomba karaoke. Dirgahayu ke-77 Republik Indonesia. Merdeka! (*)


Baca Juga