Tanggul Limbah Jebol, Ketua DPRD Kaltara Minta Pemerintah Tidak Anggap Remeh


TANJUNG SELOR, takanews.id – Ketua DPRD Provinsi Kaltara Albertus Stefanus Marianus ST menanggapi serius terkait kabar jebolnya tanggul limbah tambang batubara di Malinau. Ia pun meminta pemerintah daerah segera bertindak.
Seperti diketahui, sejumlah video jebolnya tanggul Tuyak milik salah satu perusahaan batu bara di Malinau, beredar luas di dunia maya. Air limbah meluap hingga jalan raya.
“Ini yang kami khawatirkan, dan akhirnya terjadi juga. Saya sudah ingatkan berkali-kali. Tapi kita lihat sendiri sikapnya,” ujar Albert dengan suara tinggi.
Politisi PDI Perjuangan ini salah satu orang yang mendapat kiriman video. Dia mengaku terkejut. Namun menurut Albert, jebolnya tanggul Tuyak itu sebenarnya tinggal menunggu waktu.
“Saya sudah melihat tanggul itu. Kondisinya sangat. Harusnya ada pengawasan untuk mengantisipasi. Tapi kita lihat sendirilah hasilnya. Masyarakat jadi korban,” jelas Albert.
Untuk itu, Albert meminta pemerintah tidak menganggap remeh masalah di Malinau Selatan. Harus segera mengambil tindakan. Apalagi jika air limbah batu bara itu masuk Sungai Malinau. Sehingga dikhawatirkan berdampak pada masyarakat.
“Kalau sudah begini siapa yang bertanggung jawab? Limbah itu pasti masuk ke sungai. Siapa rugi bukan hanya masyarakat, tapi pemerintah juga rugi,” tegasnya lagi.
Sementara itu di lokasi, warga setempat langsung memblokade tanggul penampungan limbah milik perusahaan. Mereka mengaku jengkel atas ulah perusahaan dan lemahnya pengawasan pemerintah. (*/ad)
