Temui Kasus Stunting, Anggota DPRD Kaltara Minta Pemerintah Daerah Turun Tangan

14 Agustus 2022
Anggota DPRD Kaltara, Hj Ainun Farida saat melakukan kunjungan di Desa Apung, Bulungan.

TANJUNG SELOR, takanews.id – Anggota DPRD Kalimantan Utara (Kaltara) Hj Ainun Farida melakukan kunjungan ke Desa Apung, Kecamatan Tanjung Selor, Bulungan. Salah satu yang menjadi perhatian dalam kunjungannya, Hj Ainun menemui adanya beberapa anak yang kekurangan gizi atau pertumbuhannya lambat, atau yang disebut stunting.

“Tempat bermukimnya warga yang banyak terdapat kasus Stunting ini agak terisolir sekali, ” kata Hj politisi wanita dari Partai Golkar itu.

Dalam kesempatan itu pun, Hj Ainun memberikan minuman susu kotak kepada anak-anak yang diduga Stunting.

Menurut informasi yang diterima, jumlah anak yang mengalami stunting di wilayah tersebut mencapai 30 an anak. ”Kita belum tahu data pastinya. Mungki ll saja masih banyak lagi, anak-anak lainya yang belum terdeteksi di kampung tersebut, ” kata Hj Ainun.

Dia mengatakan, anak-anak yang terdeksi mengalami Stunting tersebut ada yang berumur 3 tahun. Sementara perkembangan fisiknya seperti balita umur setahunan. Sedangkan yang berumur 17 tahun seperti anak berusia 6 hingga 8 tahun.

“Kasus stunting ini sudah menjadi isu nasional, yang harus mendapatkan penanganan serius. Tidak hanya terjadi di Bulungan, atau di Kalimantan Utara,” ungkapnya.

Dia menambahkan, kasus stunting bisa terjadi, dikarenakan ketidaktahuan orang tua. Khususnya menyangkut kebutuhan gizi bayi pada 1000 hari pertama kelahirannya. Dugaan lain, karena sang bayi tidak mendapat imunisasi secara lengkap.

Terkait kasus Stunting ini, Hj Ainun Farida mendesak pemerintah harus segera hadir untuk mengatasinya, karena kehidupan masyarakat tersebut harus berkelanjutan.

Artinya anak-anak yang berstatus Stunting ini harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Mengingat anak-anak ini sangat susah memahami, perkembangan tumbuh kembang badan mereka juga terganggu. (*/adv/hms_dprdkltr)


Baca Juga