Berpeluang Memberikan PAD ke Kaltara Rp 7 Triliun, 11 Program Prioritas Pemprov Mulai Berprogres

TANJUNG SELOR – Satu per satu dari 11 program prioritas pembangunan infrastruktur di Kalimantan Utara (Kaltara) yang didengungkan sejak 2017 lalu mulai nampak menunjukkan progres.
Salah satu pencetus 11 program prioritas, DR H Suheriyatna mengatakan, gagasan ini muncul dari pemikiran beberapa stakeholder terkait di lingkup Pemerintah Provinsi Kaltara. Dengan melihat potensi, hingga posisi strategis provinsi termuda di Tanah Air ini.
Ia menyebut, beberapa program dari 11 prioritas infrastruktur Kaltara yang dulu dibuat dulu sekarang sudah mulai berprogres di lapangan. Seperti di antaranya, KBM (Kota Baru Mandiri) Tanjung Selor, KIPI (Kawasan Industri Pelabuhan Internasional) yang sekarang bernama Green Industri Tanah Kuning, PLTA Sei Kayan, PLTA Sei Mentarang,
PLTA Sei Sembakung, Food Estate di Detal Kayan dan Kabupaten Nunukan, Bandara dan Dermaga/Pelabuhan Perbatasan, Jalan dan Jembatan ke perbatasan.
Begitu pun dengan program prioritas lainnya. Yaitu, bantuan rumah layak huni, program sanitasi dan air bersih. Termasuk Jembatan Bulungan Tarakan (Bulan) yang telah dibuat studi kelayakannya.
Dia mengatakan, dari 11 program prioritas ini jika terealisasi, tak hanya untuk kesejahteraan masyarakat yang ditunjang dengan ketersediaan infrastruktur yang memadahi, untuk Kaltara sendiri juga berpeluang mendapat PAD (Pendapatan Asli Daerah) kurang lebih Rp 7 triliun per tahun.
“Itu baru dari PLTA saja, belum lagi dari kawasan industri, baik yang di Tanah Kuning maupun di Bebatu yang juga sedang direncanakan. Sehinga bisa lebih dari itu (Rp 7 triliun),” terang Suheriyatna.
“Dengan PAD yang diperoleh itu, direncanakan menciptakan multiplayer efek, Kaltara dapat pembangunan program prioritas infrastruktur yang lain,” ungkapnya.
Suheriyatna yang saat turut menggagas program ini masih duduk sebagai Kepala Dinas PUPR-Perkim itu menyampaikan, gagasan program prioritas ini tercetus dari hasil rapat penajaman program dilakukan oleh jajaran Dinas PUPR dengan melibatkan stake holder terkait. Mulai dari Bappeda, ESDM, Dinas Kehutanan, Perhubungan, Pertanian, Perkebunan, Bapenda, dan lainnya.
“Intinya 11 (sebelas) program prioritas infrastruktur Kaltara, bukan hanya sekedar rencana. Tapi sudah proses dan berprogres di lapangan,” tegasnya.
Lebih jauh dikatakan, 11 program prioritas Kaltara ini adalah program jangka panjang. Yaitu untuk membangun Kaltara 20 tahun ke depan.
“Kita optimis bakal bisa bangun semuanya, karena dari pemicu roda ekonomi sudah dimulai. Yaitu PLTA Kayan, Malinau dan Sembakung, yang terintegrasi dengan Kawasan Industri Tanah Kuning-Mangkupadi yang sekarang on progres. Dan Kawasan Industri Bebatu yang juga kita rencanakan,” beber Suheriyatna.
Untuk diketahui, 11 Program Prioritas Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) telah disesuaikan dengan rencana pembangunan jangka pendek, menengah dan panjang yang disusun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara.
Suheriyatna mengatakan, untuk mewujudkan 11 proyek strategis yang sudah dicanangkan, perlu langkah-langkah terintegrasi dari semua sisi. “Pemicu atau embrionya adalah PLTA (pembangkit listrik tenaga air) yang saat ini sudah on progres juga. Infonya izin sudah tuntas, tinggal implementasi di lapangan yang perlu didorong percepatannya,” kata dia.
Agar rencana pembangunan tersebut tetap sesuai jalur, menurutnya, perlu pentahapan atau milestone yang diurai secara jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Disebutkan, hampir semua kegiatan jangka pendek telah dituntaskan mulai pembuatan grand design proyek dan dokumen perencanaan.
Sedangkan untuk jangka menengahnya, Suheriyatna mengatakan, dengan melakukan pengusulan penganggaran ke pemerintah. Langkah-langkah tersebut sejauh ini telah ditempuh Pemprov Kaltara. Dan perlu terus didorong.
Langkah lainnya, Suheriyatna mengatakan, perlu dibentuk tim percepatan yang akan bertugas mengukur sejauh mana keberhasilan progres setiap rencana proyek.
Jangka panjang, dirinya 11 proyek strategis mulai dibangun. Perkiraan waktu keseluruhan merealisasikannya kurang lebih 20 tahun ke depan. “Dari 11 program ini, nanti golnya pada 20 tahun ke depan. Memang pada saat itu, kita bisa dikatakan sudah tidak produktif lagi. Akan tetapi hasilnya perencanaan sekarang ini, akan dinikmati oleh generasi-generasi yang akan datang. Globalnya, harapan ekonomi perbatasan sudah tumbuh termasuk meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” urainya.
Gambarannya, lanjut dia, dalam waktu 20 tahun mendatang, infrastruktur di Kaltara sudah memadai. Mulai dari jalan-jalan yang berkualitas baik, terbangunnya kawasan industri, rumah sakit berstandar internasional, sarana pendidikan, hingga menurunnya angka kemiskinan di Kaltara.
“Dari situ juga tingkat kesejahteraan masyarakat meningkat. Lapangan pekerjaan semakin luas, angka kemiskinan turun dan juga tingkat pendidikan yang tinggi,” ungkap Suheriyatna.
Untuk pembiayaan, dikatakan Suheriyatna, merupakan hal mutlak yang harus dipenuhi dalam membangun. Khususnya, terhadap 11 program pembangunan strategis Pemprov Kaltara ini. Untuk itulah, lanjutnya, grand design sejumlah proyek disusun secara komprehensif. Dengan harapan pemerintah (pusat) bisa ikut mendanai. (*)
