

TANJUNG SELOR, takanews.id – Ketua DPRD Kalimantan Utara (Kaltara) Albertus Stefanus Marianus menyoroti progres pembangunan PLTA yang dinilai belum optimal. Bahkan pihaknya, berniat untuk memanggil dua investor yang akan mengelola PLTA di Kaltara. Yaitu, PLTA Kayan (Bulungan) dan PLTA Mentarang di Malinau.
“Ada PT. KHE (Kayan Hydro Energi) untuk PLTA Kayan, dan juga PT. KHN (Kayan Hydropower Nusantara) yang mengelola proyek PLTA Mentarang. Hal yang paling penting perlu kami tahu adalah progres terkini di lapangan,” ujarnya.
Albertus menegaskan perlu juga diupdate bagaimana kelengkapan administrasi dari investor, terhadap kegiatan yang akan memanfaatkan sumber daya alam (SDA) di dua kabupaten itu.
“Nantinya saat dipanggil, dua investor ini akan kita minta melakukan presentasi progres terkini dari proyek yang dikerjakannya itu. Karena jujur saja, kita sekarang ini nol informasi (terkait rencana pembangunan PLTA di Kaltara),” ungkapnya.
Terkait hal itu, untuk PLTA Kayan, melalui Direktur Operasional PT. KHE, Khairony, menampik belum ada progres. Ia menegaskan, urusan administrasi seperti perizinan yang jumlahnya mencapai 42 perizinan sudah tuntas dilengkapi.
Di lapangan persiapan pengerjaan fisik juga sudah dilakukan, sehingga ia memastikan tahun ini realisasi pembangunan bendungan pertama PLTA. “Sekarang sudah kegiatan land clearing dan pembukaan jalan. Kemarin sudah dapat kurang lebih 500 meter untuk badan jalan yang kemarin direncanakan,” katanya.
Kemudian, lanjut dia, pihaknya juga melakukan land clearing di area tugu 5 yakni lokasi groundbreaking 2014 lalu. Hal itu untuk infrastruktur pendukung. Karena beberapa waktu lalu terjadi banjir, alhasil pengerjaan tersendat. (*/hmsdprd/ad)
