Bupati Laura Paparkan RDTR Nunukan Selatan dan Nunukan di Dirjen Tata Ruang Kementerian ATR

JAKARTA, takanews.id – Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid, SE.,MM.,Ph.D memaparkan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), dalam rapat koordinasi yang diselenggarakan oleh Dirjen Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/ Badan Pertanahan Nasional (BPN) RI di Jakarta, Senin (28/03).
Selain Bupati yang memaparkan langsung di depan sejumlah pejabat di Kementerian ATR, turut juga hadir Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara H. Andi Muhammad Akbar MD, SE.,MM, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kab. Nunukan dr. Meinstar Tololiu, dan sejumlah perwakilan OPD terkait lainnya.
Dalam kesempatan ini, Bupati Laura memaparkan tentang Rancangan Peraturan Bupati terkait RDTR wilayah perencanaan Nunukan Selatan dan Nunukan Tahun 2022 – 2042 yang telah diajukan untuk dibahas beberapa waktu yang lalu.
Di awal paparannya Bupati menyampaikan tentang gambaran umum wilayah perencanaan RDTR serta visi kabupaten Nunukan tahun 2021 – 2026, yaitu “Mewujudkan Kabupaten Nunukan yang Aman, Adil dan Sejahtera”.

Selanjutnya dipaparkan juga terkait dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki oleh kabupaten Nunukan pada umumnya dan khususnya pada wilayah RDTR seperti potensi Rumput Laut, Kelapa Sawit dan lainnya.
Memasuki substasi pembahasan, Bupati Laura menyampaikan tujuan penataan wilayah perencanaan wilayah adalah mewujudkan wilayah perencanaan Nunukan selatan dan Nunukan sebagai wilayah pendukung kawasan perbatasan negara melalui sektor perikanan, perkebunan dan pariwisata yang berkelanjutan.
Dalam perencanaan wilayah Pengembangan RDTR, Bupati Laura memaparkan delienasi wilayah perencanaan dengan luas wilayah perencanaan yang terdiri atas Kelurahan Mansapa seluas 548,15 Ha, Kelurahan Tanjung Harapan seluas 2.392,21 Ha, dan desa Binusan Dalam seluas 1.047,77 Ha.
Selain itu, dalam paparan ini Bupati Laura juga memaparkan tentang Marine Techno Park seluas kurang lebih 60 Ha yang terdiri atas industri pengolahan perikanan, aneka industri lainnya dan pelabuhan perikanan Nusantara. (*/Prokompimnunukan)
