Langsung Cium Bumi Setibanya di Kaltara, Kapolda Siap Wakafkan Diri untuk Daerah; Perang terhadap Narkoba Tak Bisa Ditawar

TANJUNG SELOR, takanews.com – Komitmen mengabdikan diri untuk masyarakat Kalimantan Utara (Kaltara) menjadi penegasan Kapolda Kaltara Brigjen Pol Andi Syahriful Taufik dalam menjalankan amanah sebagai pimpinan kepolisian di wilayah perbatasan negara tersebut.
Bahkan secara tegas, dia menyampaikan siap mawakafkan dirinya untuk Kaltara. “Kemarin begitu turun dari pesawat, saya langsung mencium bumi Kaltara, sebagai bentuk kesiapan , wakaf diri saya untuk bertugas di Kaltara,” kata Kapolda saat diwawancarai di Mapolda Kaltara, Jumat (16/10/2026).
Pengabdian itu tidak sekadar menjalankan tugas dan tanggung jawab institusi, tetapi juga memastikan masyarakat mendapatkan rasa aman, perlindungan, serta kepastian hukum. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian serius adalah pemberantasan peredaran gelap narkoba yang berpotensi merusak generasi muda dan mengancam masa depan daerah.
Apalagi kondisi geografis Kaltara yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia. Persoalan narkoba menjadi salah satu yang menjadi atensinya.
Andi Syahriful menegaskan komitmennya untuk memberikan pengabdian terbaik bagi Bumi Benuanta. Semangat tersebut sejalan dengan tekad memperkuat upaya pemberantasan narkoba di Kaltara.
Bagi kepolisian, perang terhadap narkoba bukan sekadar penindakan terhadap pelaku penyalahgunaan maupun jaringan pengedar. Upaya ini juga menyangkut perlindungan terhadap keluarga, penyelamatan generasi muda, serta menjaga lingkungan masyarakat agar tidak terjerumus dalam lingkaran peredaran barang terlarang.
Peredaran narkoba merupakan persoalan yang membutuhkan penanganan serius, konsisten, dan berkelanjutan. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pengguna, tetapi juga dapat merembet ke kehidupan keluarga, keamanan lingkungan, hingga kualitas sumber daya manusia.
Karena itu, komitmen pemberantasan narkoba perlu diwujudkan melalui langkah nyata, mulai dari pengungkapan jaringan peredaran, penindakan terhadap pelaku sesuai hukum, hingga pencegahan yang melibatkan masyarakat.
Baik eksternal maupun di internal, dirinya akan bersikap tegas tanpa pandang bulu. Terhadap oknum anggota kepolisian yang terlibat, selain hukuman pidana sanksi tegas juga akan diberikan oleh institusi.
Dikatakan, sebagai wilayah perbatasan yang memiliki mobilitas penduduk dan aktivitas lintas negara, Kaltara membutuhkan pengawasan yang kuat serta koordinasi antarlembaga. Penegakan hukum harus berjalan tegas agar wilayah ini tidak menjadi ruang yang dimanfaatkan jaringan narkoba.
Di sisi lain, pendekatan humanis tetap diperlukan. Masyarakat harus menjadi bagian dari upaya pencegahan, bukan sekadar pihak yang menyaksikan penindakan. Keberanian melaporkan dugaan peredaran narkoba, kepedulian terhadap lingkungan, serta perlindungan terhadap generasi muda merupakan bagian penting dalam membangun ketahanan sosial.
Di sisi lain, kapolda menegaskan, komitmen mengabdikan diri untuk Kaltara pada akhirnya harus bermuara pada manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya terlihat ketika terjadi pelanggaran hukum, tetapi juga melalui upaya pencegahan, pelayanan, perlindungan, dan penyelesaian persoalan keamanan.
Perang terhadap narkoba pun membutuhkan dukungan bersama. Kepolisian memiliki tanggung jawab dalam penegakan hukum, sementara keluarga, sekolah, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, dan seluruh elemen warga berperan membangun lingkungan yang mampu melindungi generasi muda dari ancaman narkoba.
Dengan komitmen pengabdian dan penegakan hukum yang konsisten, upaya menjaga Kaltara dari bahaya narkoba diharapkan semakin kuat.
Bagi Bumi Benuanta, menjaga keamanan bukan hanya tentang menindak pelaku kejahatan. Lebih dari itu, menjaga keamanan berarti melindungi masa depan masyarakat dan memastikan generasi muda memiliki kesempatan tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari ancaman narkoba.
Pengabdian kepada daerah dan perang terhadap narkoba harus berjalan beriringan: tegas terhadap kejahatan, hadir untuk masyarakat, serta berpihak pada keselamatan generasi penerus.
Sementara itu, Sejalan dengan tagline yang diusung Kapolri, “Polri Bersama Masyarakat,” Kapolda mengajak seluruh personel Polda Kaltara untuk selalu hadir, dekat, dan membangun komunikasi dengan masyarakat.
Polisi tidak boleh hanya terlihat saat kejahatan terjadi. Polisi harus hadir untuk mendengar keluhan, memberikan perlindungan, mencegah kejahatan, dan menjadi bagian dari solusi atas persoalan masyarakat.
Masyarakat bukan sekadar mitra, tetapi bagian penting dalam menjaga keamanan dan menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba. (*)
