Resmob Polda Kaltara Bongkar Penyalahgunaan BBM Subsidi, 151 Jeriken Pertalite Disita, Dua Orang Diamankan

Dua pria berinisial W dan B diamankan saat mengangkut Pertalite menggunakan mobil pikap Grand Max. BBM diduga dibawa ke Wahau, Kutai Timur, untuk dijual kembali.
TANJUNG SELOR, takanews.com – Praktik penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kembali terungkap di Kalimantan Utara. Unit Resmob Polda Kaltara mengamankan dua pria berinisial W dan B yang diduga terlibat dalam pengangkutan Pertalite untuk diperjualbelikan di luar wilayah asalnya.
Dalam penangkapan pada awal pekan ini, petugas menyita satu unit mobil pikap Daihatsu Grand Max serta 151 jeriken berisi Pertalite yang diangkut menggunakan kendaraan tersebut.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Kaltara, Kombes Pol Yudhistira Midyahwan, mengungkapkan bahwa kedua terduga pelaku diduga menjalankan pola pengambilan BBM dari para pengetap atau penampung, kemudian membawanya ke wilayah Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, untuk dijual kembali.
Pelaku diamankan di jalan poros trans Kalimantan saat akan membawa ratusan jeriken berisi 20-an liter itu ke arah Kaltim.
Modus tersebut menjadi perhatian aparat karena BBM bersubsidi yang semestinya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak diduga dialihkan untuk kepentingan perdagangan di luar peruntukannya.
Dua Kali Seminggu Angkut Pertalite
Berdasarkan pengakuan awal kedua terduga pelaku, lanjut Dirkrimum, aktivitas pengangkutan BBM tersebut diduga dilakukan secara berulang.
Mereka mengaku menjalankan kegiatan itu sebanyak dua kali dalam sepekan. Pengakuan tersebut menjadi bagian dari informasi awal yang perlu didalami lebih lanjut oleh penyidik untuk mengungkap pola distribusi, asal BBM, hingga kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Jika dilakukan secara berulang, praktik pengalihan BBM bersubsidi berpotensi mengganggu distribusi dan mengurangi ketersediaan bahan bakar bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dia menegaskan, kini penyidik masih menelusuri dari mana Pertalite tersebut diperoleh, siapa yang memasok, bagaimana proses pengumpulan BBM, serta kepada siapa bahan bakar itu dijual di wilayah tujuan.
Diduga Ikut Memicu Kelangkaan BBM di Bulungan
Pengungkapan kasus ini juga menyoroti persoalan distribusi BBM bersubsidi di Kabupaten Bulungan. Aktivitas pengumpulan dan pengangkutan Pertalite untuk dijual kembali ke luar daerah diduga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap berkurangnya stok BBM di wilayah tersebut.
Namun, besarnya pengaruh praktik tersebut terhadap ketersediaan BBM masih perlu dipastikan melalui pendalaman penyidikan dan evaluasi distribusi.
Karena itu, penindakan tidak cukup berhenti pada pengamanan pengangkut dan barang bukti. Penelusuran terhadap sumber pasokan serta jalur distribusi menjadi langkah penting untuk mencegah praktik serupa terus berulang.
Apabila rantai distribusi ilegal berhasil diungkap, aparat diharapkan dapat mempersempit ruang bagi pihak-pihak yang diduga memanfaatkan BBM bersubsidi untuk keuntungan pribadi.
Kedua pelaku berikut bahan bukti berupa mobil pikap dan 151 jeriken berisi BBM jenis pertalite kini telah diamankan ke Mapolda Kaltara.
Penyidikan Dilanjutkan Ditreskrimsus
Penanganan perkara selanjutnya akan dilakukan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kaltara untuk mendalami dugaan tindak pidana di bidang minyak dan gas bumi (migas).
Penyidik akan mendalami asal-usul BBM, mekanisme pembelian dari pengetap atau penampung, tujuan pengangkutan, serta dugaan pelanggaran ketentuan distribusi dan niaga BBM bersubsidi.
Aspek hukum dalam perkara ini akan ditentukan berdasarkan hasil penyidikan, alat bukti, dan ketentuan perundang-undangan yang relevan.
Pengungkapan tersebut menjadi peringatan bahwa distribusi BBM bersubsidi harus diawasi secara serius. BBM subsidi merupakan komoditas yang penyalurannya diatur pemerintah untuk membantu masyarakat yang memenuhi kriteria penerima.
Setiap dugaan penyimpangan perlu ditindaklanjuti agar distribusi tetap tepat sasaran dan ketersediaan BBM bagi masyarakat tidak terganggu.
Kini, yang menjadi pekerjaan penting penyidik bukan hanya mengungkap siapa yang mengangkut 151 jeriken Pertalite, tetapi juga menelusuri dari mana BBM itu berasal dan bagaimana jalur penjualannya berjalan.
Penelusuran menyeluruh diperlukan untuk memastikan penindakan menyentuh rantai distribusi yang diduga menyimpang, bukan sekadar pelaku di lapangan. (*)
