
BERAU – Penyaluran bantuan bagi nelayan di Kabupaten Berau kembali menjadi perhatian DPRD. Wakil Ketua Komisi II DPRD Berau, Arman Nofriansyah, menegaskan pentingnya ketepatan data agar program bantuan benar-benar menjangkau nelayan yang berhak.
Menurutnya, akurasi data penerima menjadi faktor utama dalam memastikan bantuan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan nelayan, khususnya mereka yang berada dalam kewenangan pemerintah daerah.
“Bantuan harus tepat sasaran. Jangan sampai nelayan yang benar-benar membutuhkan justru tidak mendapatkan manfaat,” ujarnya.
Arman menilai masih terdapat potensi ketidaktepatan dalam penyaluran akibat lemahnya sinkronisasi data antarinstansi. Untuk itu, ia mendorong pemerintah melakukan pembaruan data secara berkala, disertai verifikasi langsung di lapangan.
Selain itu, koordinasi lintas tingkatan pemerintahan—baik kabupaten, provinsi, maupun pusat—dinilai krusial guna mencegah terjadinya tumpang tindih bantuan.
“Jangan sampai ada nelayan yang menerima bantuan ganda, sementara yang lain justru terlewat,” tegasnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa bantuan tidak cukup hanya sebatas pemberian alat tangkap. Pendampingan dan pelatihan juga diperlukan agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
Arman pun meminta pemerintah daerah lebih selektif dalam menentukan penerima, dengan memprioritaskan nelayan kecil yang dinilai paling rentan secara ekonomi.
“Proses pendataan dan penyaluran harus transparan dan akuntabel. Tujuannya jelas, agar kesejahteraan nelayan benar-benar meningkat,” pungkasnya.
Rin/Adv
