Pertanian Berau Mulai Go Modern, Drone Sprayer Jadi Andalan Baru Tekan Serangan Hama

BERAU – Transformasi sektor pertanian di Kabupaten Berau mulai menunjukkan arah baru. Dari pola tradisional, kini petani didorong beralih ke metode modern dengan memanfaatkan teknologi, salah satunya penggunaan drone sprayer untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman.
Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau melalui Pejabat Fungsional Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Bambang Sujatmiko, mengungkapkan bahwa teknologi ini mampu meningkatkan efisiensi kerja petani secara signifikan.
“Drone sprayer yang kami miliki berkapasitas 16 liter dan mampu menjangkau hingga 7 hektare per jam. Ini jauh lebih cepat dibandingkan metode manual,” ujarnya.
Menurutnya, pemanfaatan drone menjadi langkah strategis untuk menekan potensi penurunan produksi akibat serangan hama. Selama ini, lambannya penanganan karena penyemprotan manual kerap menjadi kendala utama di lapangan.
Selain itu, tantangan sumber daya manusia juga menjadi faktor pendorong modernisasi. Mayoritas petani di Berau saat ini mulai memasuki usia lanjut, sehingga penggunaan teknologi dinilai sebagai solusi untuk menjaga produktivitas sektor pertanian.
“Dengan kondisi petani yang semakin menua, pemanfaatan teknologi menjadi kebutuhan, bukan lagi pilihan,” tegasnya.
Inovasi ini pun mendapat apresiasi dari Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman. Ia menilai, sudah saatnya sektor pertanian di Bumi Batiwakkal beradaptasi dengan perkembangan teknologi guna meningkatkan hasil produksi.
Sakirman menyebut, Berau memiliki potensi komoditas yang tersebar di berbagai wilayah. Seperti Buyung-Buyung dan Semurut di Kecamatan Tabalar yang dikenal sebagai sentra produksi beras, serta wilayah Kelay, Teluk Bayur, dan Sambaliung yang menjadi penghasil kakao dan kelapa dalam di kawasan pesisir.
“Dengan potensi sebesar itu, penggunaan teknologi seperti drone sangat penting untuk meningkatkan efisiensi, terutama dalam perawatan dan pencegahan hama,” jelasnya.
Ia juga menyoroti penerapan alat modern lainnya di sektor pertanian, seperti combine harvester yang telah digunakan di sejumlah wilayah untuk mempercepat proses panen dan pengolahan hasil.
Lebih lanjut, Sakirman menilai pola pelayanan yang diterapkan dinas terkait sudah cukup responsif. Petani atau kelompok tani, kata dia, dapat melaporkan lahan yang terdampak hama, dan penanganan dapat dilakukan dalam waktu relatif singkat.
“Informasinya, laporan petani bisa langsung ditindaklanjuti dalam satu hari. Ini tentu sangat membantu,” pungkasnya.
Rin/Adv
