Ketergantungan Tambang Masih Tinggi, DPRD Dorong Berau Genjot PAD dari Sektor Alternatif


BERAU – Ketergantungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Berau terhadap sektor pertambangan dinilai masih sangat dominan. Kondisi ini menjadi perhatian serius DPRD, yang mendorong pemerintah daerah segera memperkuat sumber-sumber pendapatan lain yang lebih berkelanjutan.
Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami, menegaskan bahwa hingga saat ini sektor pertambangan—terutama dari perusahaan besar—masih menjadi penopang utama perekonomian daerah. Di tengah kondisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum optimal, kontribusi sektor ini masih belum tergantikan.
“Pertambangan memang masih menjadi tulang punggung ekonomi kita saat ini,” ujar Sutami.
Namun demikian, ia mengingatkan agar pemerintah daerah tidak terlena dengan kondisi tersebut. Menurutnya, ketergantungan berlebih terhadap sektor tambang berisiko, terutama karena sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga global dan kebijakan pemerintah pusat.
Sutami menilai, Berau memiliki potensi besar di sektor lain yang belum digarap maksimal. Ia menyebutkan tiga sektor strategis yang bisa menjadi pilar baru peningkatan PAD, yakni pariwisata, pertanian, dan perikanan.
“Kalau dikelola dengan serius, tiga sektor ini bisa menjadi sumber PAD yang kuat dan berkelanjutan,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menargetkan Berau mampu meningkatkan PAD hingga menembus angka di atas Rp1 triliun. Target tersebut dinilai realistis jika pemerintah mampu melakukan diversifikasi ekonomi secara terencana dan konsisten.
Menurutnya, penguatan sektor non-tambang juga penting untuk menciptakan kemandirian fiskal daerah, sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada sektor sumber daya alam yang sifatnya tidak stabil.
“Kita tetap bersyukur dengan kontribusi sektor tambang selama ini. Tapi ke depan, kita ingin pariwisata, pertanian, dan perikanan juga bisa menjadi kekuatan ekonomi baru yang setara,” pungkasnya.
Rin/Adv
