DPRD Berau Nilai Pembatasan Media Sosial Terhadap Anak Dapat Menyelamatkan Generasi Penerus

BERAU – Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, memberikan tanggapan serius terkait kebijakan pemerintah pusat melalui kementerian terkait yang berencana menonaktifkan platform media sosial bagi anak di bawah umur.
Menurutnya, langkah ini merupakan kebijakan strategis yang harus dikawal ketat oleh pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau.
Sumadi menilai kebijakan tersebut sangat krusial untuk melindungi kesehatan mental generasi penerus. Ia khawatir paparan konten yang tidak tersaring di media sosial dapat berdampak buruk pada perkembangan perilaku dan psikologis anak-anak di Bumi Batiwakkal.
“Ini adalah langkah yang patut dikawal oleh semua pemerintah daerah. Tujuannya jelas, untuk melindungi kondisi mental generasi kita dari bahaya konten negatif yang bisa merusak perkembangan perilaku mereka,” ujar Sumadi belum lama ini.
Meski mendukung kebijakan tersebut, Sumadi menekankan bahwa peran orang tua jauh lebih vital dibandingkan sekadar aturan birokrasi.
Ia mengharapkan para orang tua di Berau memberikan pemahaman yang edukatif kepada anak-anak mereka mengenai alasan di balik pembatasan ini.
“Bukan soal dilarang atau tidak, tapi bagaimana aktivitas mereka di media sosial bisa dipantau. Di sini peran orang tua dan juga pemerintah sangat penting untuk saling bersinergi,” tambahnya.
Lebih lanjut, politisi senior ini memberikan catatan kritis. Menurutnya, substansi masalah sebenarnya terletak pada isi atau konten yang dikonsumsi, bukan hanya pada akses teknologinya.
Jika digunakan secara bijak dan terarah, media sosial justru bisa menjadi sarana belajar yang efektif. Sumadi mengingatkan agar kebijakan ini tidak dilakukan secara ekstrem yang justru membuat anak-anak menjadi “gaptek” atau gagap teknologi.
“Yang perlu jadi perhatian itu kontennya, bukan sekadar aksesnya. Selama yang dikonsumsi positif dan edukatif, justru bisa memberi manfaat besar. Kalau terlalu dibatasi tanpa arah, anak-anak kita bisa tertinggal dari perkembangan dunia dan kehilangan informasi penting yang sebenarnya bisa menambah pengetahuan mereka,” pungkasnya.
(Rin/Adv)
