Pemkab Bulungan Lakukan Penyesuaian Anggaran, Pendidikan dan Kesehatan Skala Prioritas 2026

TANJUNG SELOR, takanews.com – Pemerintah Kabupaten Bulungan menetapkan pendidikan dan kesehatan sebagai skala prioritas utama pembangunan tahun 2026, meskipun dilakukan penyesuaian dan efisiensi anggaran daerah.
Bupati Bulungan, Syarwani, menegaskan bahwa kebijakan efisiensi tidak serta-merta menghentikan program pembangunan, khususnya yang berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, tema pembangunan Kabupaten Bulungan tahun 2026 tetap berfokus pada penguatan SDM, sehingga program di sektor pendidikan dan kesehatan tetap dijalankan sesuai kemampuan anggaran yang tersedia.
“Kita memang melakukan efisiensi anggaran. Namun untuk kegiatan yang menjadi prioritas pembangunan, terutama pendidikan dan kesehatan, tetap kita laksanakan,” ujar Syarwani.
Ia menjelaskan, penyesuaian anggaran berdampak pada jumlah kegiatan yang dapat dilaksanakan.
Jika sebelumnya sejumlah program direncanakan secara maksimal, kini pemerintah daerah harus menetapkan skala prioritas agar belanja daerah tetap efektif dan tepat sasaran.
“Dengan kondisi anggaran saat ini, tentu tidak semua kegiatan bisa dijalankan. Kita melihat prioritas mana yang paling penting dan memberi dampak langsung bagi masyarakat,” jelasnya.
Di sektor pendidikan, Pemkab Bulungan akan memfokuskan anggaran pada rehabilitasi sarana dan prasarana sekolah yang paling membutuhkan.
Dari hasil pendataan, terdapat puluhan sekolah yang memerlukan perbaikan, namun penanganannya dilakukan secara bertahap sesuai urgensi.
Sementara di bidang kesehatan, pemerintah daerah juga memastikan peningkatan layanan tetap berjalan.
Salah satu upaya yang dilakukan pada tahun 2026 adalah rehabilitasi ruang perawatan kelas III di Rumah Sakit Umum Daerah Dr H Soemarno Sosroatmojo Tanjung Selor.
“Di tahun ini, kita akan melakukan rehab salah satu ruang kelas 3 di rumah sakit. Ini bagian dari upaya kita memastikan layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat kelas 3, benar-benar terpenuhi,” pungkas Syarwani. (*nug)
