Gubernur Kaltim Tinjau Jembatan ATJ di Kutai Barat, Dorong Segera Terkoneksi

07 Januari 2026
Oplus_131072

SENDAWAR, takanews.comGubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud bersama jajaran melakukan peninjauan Jembatan Aji Tulur Jejangkat (ATJ) di Kelurahan Melak Ilir, Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Selasa (6/1/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan percepatan konektivitas jembatan yang sangat dinantikan masyarakat Kubar.Gubernur menegaskan bahwa penanganan Jembatan ATJ diharapkan dapat segera dieksekusi tanpa berlarut-larut.

Ia juga menekankan agar desain jembatan tidak kembali diubah, melainkan tetap mengikuti perencanaan yang telah dirancang oleh para pemimpin terdahulu.Kegiatannya tidak bertele-tele, langsung aksi. Kami sangat mengharapkan jembatan ini tidak diubah lagi desainnya, tetapi dilaksanakan sesuai perencanaan sebelumnya.

“Kalau mau mengubah desainnya, saya tidak mau naik ke atas, tetapi turun ke bawah, supaya jembatan ini tidak ditabrak. Apabila naik ke atas nanti bisa ditabrak,” ujar Gubernur.

Wabup Kubar Nanang Adriani menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan ATJ perlu segera dieksekusi. Menurutnya, percepatan penyelesaian jembatan tersebut merupakan harapan masyarakat Kubar yang selama ini menginginkan akses penghubung antarwilayah dapat segera difungsikan.

Jembatan ATJ memiliki peran strategis karena menghubungkan Kecamatan Melak dengan Kecamatan Mook Manaar Bulatn, serta terkoneksi ke Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Jembatan Martadipura menuju Samarinda. Di sisi lainnya, jembatan ini juga membuka akses menuju wilayah Kabupaten Kutai Timur.

Dengan dukungan infrastruktur jalan yang memadai, keberadaan Jembatan ATJ diyakini mampu membuka keterisolasian wilayah Kubar, mempercepat waktu tempuh masyarakat menuju Samarinda dan sebaliknya, serta mendorong pemerataan ekonomi antarwilayah.

Selain meningkatkan mobilitas, konektivitas jembatan ini juga akan mempermudah pemasaran hasil bumi masyarakat seperti gula merah, karet, hasil kerajinan, sayur-sayuran dan buah-buahan ke ibu kota provinsi.

Dampak lanjutannya diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja baru, serta mendorong kemajuan Kubar dan Provinsi Kaltim secara keseluruhan. (Ku)