
TANJUNG SELOR, takanews.id – Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, berdasarkan data yang dirilis Dinkes Bulungan, angka pemeriksaan (testing) dan pelacakan (tracing) kasus Covid-19 di Bulungan terus mengalami peningkatan.
“Upaya testing dan tracing ini penting dilakukan untuk menemukan kasus positif Covid-19. Sehingga penularan dapat dicegah dan tidak terjadi lonjakan kasus positif,” demikian diungkapkan Syarwani saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) dan evaluasi penanganan covid-19 dan percepatan vaksinasi di Kabupaten Bulungan di ruang rapat rumah jabata Bupati Bulungan, Sabtu (16/10/2021) malam.
Rakor dihadiri Wakil Bupati Bulungan Ingkong Ala, Sekretaris Daerah Syafril, Kopolres Bulungan AKBP Ronaldo Maradona TPP Siregar, SH, SIK, Dandim0903/Bul, Kolonel Inf Akatoto, Kepala Dinas Kesehatan Bulungan Imam, Kejaksaan, BPBD Bulungan serta jajaran terkait.
Syarwani mengatakan, implementasi testing telah dilaksanakan dan telah terjadi kemajuan yang cukup signifikan. Pada tanggal 25 September hingga tanggal 3 Oktober 2021 jumlah testing melalui antigen mencapai 1.271, melalui PCR mencapai 151.
“Pada tanggal 4 Hingga 16 Oktober 2021 jumlah testing naik mencapai 3.278. diharapkan testing terus dapat di maksimalkan, ” ujar Syarwani.
Dikatakannya, positivity rate Covid-19 di Bulungan terus mengalami penurunan sesuai dengan data yang dihimpun Dinkes Bulungan pada tanggal 25 September hingga tanggal 3 Oktober 2021. Di mana positivity rate Covid-19 mencapai 14 persen dan pada tangga 4 Hingga 16 Oktober turun menjadi 4,7 persen. “Kalau dihitung tanggal 18 Oktober penetapan PPKM level 4 di Bulungan insya Allah akan turun pada level 3. Mudahan ini jumlah kasus positif terus turun, Kalaupun tidak zero namun akan mendekati zero, ” ujarnya.
Syarwani menyebutkan, cakupan vaksinasi di Bulungan dari sasaran 118.941 orang yang akan divaksin, dari tahap satu hingga tahap ketiga sudah mencapai 105.472 orang yang divaksin.
“Pada dosis satu vaksinasi sudah mencapai 56.69 persen, untuk dosis dua mencapai 31,18 persen, capaian pada dosis dua ini karena belum waktunya dilaksanakan dosis kedua. Kalau untuk tenaga kesehatan dan pelayanan publik cukup tinggi,” jelas Syarwani.
Ia mengatakan, dari hasil pemetaan, kegiatan vaksinasi akan mempriritaskan pada 12 titik utamanya di kota Tanjung Selor.
“Untuk percepatan vaksinasi juga akan dibentuk tim vaksinasi yang secara mobile, dengan melibatkan kecamatan dan kelurahan,” ujarnya.
“Untuk mencapai hard immunity, Diharapkan dalam kepada TNI dan Polri untuk terus berkolaborasi dengan Pemerintah daerah dan mensuport kegiatan pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Bulugan,” tandasnya. (Lis/taka)
