Tampil Peragakan Busana Batik Kubar, Bupati Frederick Edwin Bangga Kenakan Batik dengan Motif Budaya Lokal


SENDAWAR, takanews.com – Suasana panggung utama Taman Budaya Sendawar (TBS) yang menjadi pusat kegiatan Dahau ke-26 pada Senin (03/11/2025) malam tadi ada sedikit berbeda. Panggung megah itu berubah menjadi arena catwalk.
Tidak main-main, modelnya adalah orang nomor satu di Kutai Barat. Ya. Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, bersama istri, Maria Christina Mozes Edwin, menjadi model kehormatan dalam peragaan busana batik khas Kutai Barat.
Kegiatan ini, merupakan rangkaian dari peluncuran Batik tulis khas Kubar yang merupakan hasil kerajinan para pembatik lokal.
Mereka (para pembatik) yang memproduksi kain batik Kubar ini, merupakan binaan Dekranasda Kutai Barat, yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan yang diadakan oleh PT Bharinto Ekatama (BEK) berkerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kubar.
Ada banyak motif batik lokal Kutai Barat yang ditampilkan. Bupati pun sangat mengapresiasi dengan produk batik bermotif khas Kutai Barat yang ditampilkan malam itu.
“Setelah saya melihat hasil karya batik tulis khas Kubar yang ditampilkan malam, saya sangat bangga. Motifnya menonjolkan kekhasan daerah serta menumbuhkan rasa cinta terhadap wastra sebagai hasil budaya Kubar yang juga menjadi bagian dari identitas kita,” ujar Bupati di sela-sela kehadirannya di acara Fashion Show busana batik khas Kutai Barat malam tadi.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa potensi ini perlu terus digali dan dikembangkan agar menjadi kebanggaan daerah sekaligus memiliki nilai ekonomi.
“Saya berharap para perajin terus bersemangat, dan yang terpenting adalah adanya tindak lanjut untuk menekuni kegiatan membatik ini. Kedepan, saya ingin kegiatan ini bisa dikembangkan menjadi lahan potensial untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya ekonomi keluarga di Kubar,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kubar, Maria Christina Mozes Edwin, menyampaikan apresiasi kepada PT BEK atas dukungan terhadap pengembangan batik khas daerah. Ia berharap pelatihan ini menjadi awal kebangkitan industri batik lokal di Kubar.
Di tempat yang sama, mewakili manajemen PT BEK menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Barat atas dukungan yang diberikan.
Pihaknya siap memberikan support dalam membangkitkan ekonomi lokal, dengan memanfaatkan potensi yang ada di Kutai Barat. Salah satunya motif batik Kutai Barat yang diharapkan bisa go nasiona, bahkan laku hingga pasar internasional.
“Bersama Dekranasda, kami ingin membangkitkan semangat para perajin untuk menghasilkan karya batik yang tidak hanya indah, tetapi juga memiliki ciri khas daerah dan nilai jual tinggi. Bersama Dekranasda, kita akan terus mendampingi para pembatik agar dapat mengembangkan kreativitas serta memasarkan hasil karyanya secara lebih luas,” ujar salah satu perwakilan dari PT BEK. (adv)
