Mengenal Tradisi Sakral Upacara Tepung Tawar di Kutai Barat, Miliki Makna yang Mendalam


SENDAWAR, takanews.com – Di tengah kemajuan zaman yang semakin modern, masyarakat Kutai Barat tetap menjaga erat nilai-nilai adat yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satu tradisi yang masih terjaga hingga kini adalah Upacara Adat Tepung Tawar.
Tepung Tawar adalah tradisi penuh makna yang menjadi simbol doa, restu, dan harapan akan kehidupan yang seimbang.
Upacara ini biasanya digelar pada momen-momen penting, seperti pernikahan, penyambutan tamu kehormatan, hingga prosesi adat tertentu.

Bagi masyarakat Kutai Barat, tepung tawar bukan sekadar seremonial, melainkan bagian penting dari tatanan hidup yang mencerminkan rasa syukur dan penghormatan kepada Sang Pencipta serta para leluhur.
Dalam prosesi tepung tawar, para tetua adat akan menepung-tawari seseorang dengan campuran beras, air, dan bahan alami lainnya. Setiap unsur memiliki makna simbolis. Beras melambangkan kemakmuran, air menggambarkan kesucian, sementara bahan alami lainnya menjadi lambang keseimbangan antara manusia dan alam.
Menurut salah satu tokoh adat Kutai Barat, Yurang, setiap gerakan dalam prosesi ini memiliki pesan tersendiri. “Tepung tawar bukan hanya ritual, tapi juga wujud doa dan harapan agar hidup selalu dalam kebaikan dan keseimbangan,” katanya dengan nada lembut penuh makna.
Makna mendalam dari upacara ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga hubungan baik antar sesama.
Dengan tepung tawar, masyarakat diajarkan untuk saling memberi restu, mendoakan, dan menguatkan ikatan sosial di tengah kehidupan yang terus berubah.
Seiring waktu, tradisi ini tidak luntur ditelan modernitas. Justru, semakin banyak generasi muda yang mulai terlibat dalam pelaksanaan dan pelestariannya. Mereka memandang tepung tawar bukan hanya ritual kuno, tetapi identitas budaya yang patut dibanggakan.
Kini, Upacara Adat Tepung Tawar menjadi simbol kearifan lokal masyarakat Kutai Barat, warisan luhur yang menyatukan masa lalu, masa kini, dan masa depan dalam satu nilai: keseimbangan hidup yang penuh doa dan keberkahan. (adv)
