Tak Mau Diistimewakan, Bupati Bulungan Syarwani Pilih Berdiri dan Duduk Sejajar Bersama Rakyat dan Jajarannya

TANJUNG SELOR, takanews.com – Sosok pemimpin tak selalu harus berdiri paling depan atau berada di tempat tertinggi. Bagi Bupati Syarwani, kepemimpinan justru lahir dari kebersamaan, kedekatan, dan kesediaan berjalan bersama semua kalangan.
“Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi,” menjadi prinsip yang tercermin dalam kesehariannya memimpin Kabupaten Bulungan. Sebagai kepala daerah, ia tak membangun jarak dengan jajaran pemerintahannya. Baik kepala dinas, staf, maupun masyarakat, semua diposisikan setara dalam semangat kerja sama.

Bagi Syarwani, komunikasi akan jauh lebih mudah ketika tidak ada sekat. Koordinasi menjadi lebih cepat ketika semua merasa didengar dan dihargai. Prinsip sederhana itu yang terus ia praktikkan dalam setiap kesempatan.
Seperti terlihat di sela kegiatan Gerakan Indonesia ASRI yang digelar di Pasar Induk Tanjung Selor, Kamis (16/04/2026). Di tengah agenda bersih-bersih lingkungan, Syarwani tampak berbincang serius namun santai dengan sejumlah kepala dinas dan staf. Obrolan itu bukan sekadar percakapan biasa, melainkan bagian dari upaya menyusun langkah-langkah untuk kemajuan daerah.
Tak hanya memberi arahan, Syarwani juga menunjukkan teladan lewat tindakan nyata. Bahkan dalam kegiatan itu, ia terlihat turun langsung memotong rumput menggunakan mesin rumput tanpa canggung.
Pemandangan itu menjadi gambaran bahwa kepemimpinan bukan hanya soal perintah, tetapi kesediaan ikut bekerja di lapangan.
Di tengah masyarakat, sosok seperti inilah yang kerap dirindukan. Pemimpin yang dekat, sederhana, dan tidak berjarak. Pemimpin yang memilih hadir bersama rakyat, bukan sekadar dilihat dari kejauhan. (*)
