DPRD Minta Kajian Mendalam, Rencana Desalinasi Air di Pesisir Berau Jangan Tergesa-gesa

07 April 2026

BERAU – Rencana pembangunan fasilitas desalinasi untuk memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah pesisir Kabupaten Berau menuai perhatian serius. DPRD Berau mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak diambil secara terburu-buru tanpa kajian teknis yang matang.

Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menegaskan bahwa persoalan air bersih di kawasan pesisir seperti Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan, memang mendesak untuk segera ditangani. Namun, solusi yang dipilih harus melalui perhitungan komprehensif, mulai dari kapasitas produksi hingga biaya operasional dan perawatan.

“Harus dikaji secara menyeluruh. Jangan sampai solusi yang diambil justru menimbulkan persoalan baru,” ujarnya.

Menurutnya, teknologi desalinasi yang mengolah air laut menjadi air tawar memang berpotensi menjadi jawaban bagi wilayah kepulauan yang minim sumber air bersih. Namun, penerapannya tidak bisa dilepaskan dari aspek teknis dan keberlanjutan.

Dedy menekankan, kapasitas instalasi harus disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat serta proyeksi pertumbuhan penduduk. Perhitungan yang tidak tepat berisiko membuat fasilitas tidak optimal atau bahkan membebani keuangan daerah.

“Kalau kapasitas terlalu kecil tidak akan mencukupi, tapi kalau terlalu besar tanpa perhitungan matang, bisa jadi beban anggaran,” jelasnya.

Selain desalinasi, ia juga membuka opsi alternatif lain, seperti pengeboran sumur dalam untuk mengakses sumber air tanah. Metode tersebut dinilai bisa menjadi solusi tambahan, tergantung kondisi geologis wilayah.

“Sumur bor bisa jadi pilihan, asalkan didukung kajian ilmiah yang akurat,” katanya.

Ia menegaskan, seluruh opsi harus melalui kajian mendalam dengan melibatkan tenaga ahli, agar program yang dijalankan tidak hanya efektif dalam jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan.

“Ini menyangkut layanan dasar masyarakat. Jadi keputusan tidak boleh hanya cepat, tapi juga harus tepat,” tegasnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Berau mulai menjajaki desalinasi sebagai alternatif penyediaan air bersih di Kampung Tanjung Batu. Bupati Berau, Sri Juniarsih, menyebut kebutuhan air bersih di kawasan pesisir selama ini menjadi isu utama dalam setiap Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Menurutnya, Tanjung Batu memiliki peran strategis sebagai pintu masuk menuju Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Pulau Derawan, sehingga ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan mendesak.

“Air bersih adalah kebutuhan dasar yang harus segera dipenuhi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, teknologi desalinasi telah diterapkan di sejumlah wilayah pesisir di Indonesia, bahkan menjadi solusi utama di berbagai negara dengan keterbatasan sumber air tawar.

Pemkab Berau pun berencana mempercepat kajian teknis pada perubahan anggaran 2026. Kajian tersebut akan mencakup aspek teknis, pembiayaan, hingga keberlanjutan operasional agar solusi yang diambil benar-benar efektif dan tidak membebani masyarakat.

“Kajian akan kami percepat, agar bisa segera ditentukan langkah terbaik,” pungkasnya.

Rin/Adv