Komisi III DPRD Berau Desak Pembangunan Pemecah Ombak di Jalur Wisata

27 Maret 2026

BERAU – Ancaman abrasi di wilayah pesisir Kabupaten Berau kini mencapai titik krusial. Merespon hal itu, Anggota Komisi III DPRD Berau, Saga, mendesak pemerintah daerah untuk segera memprioritaskan pembangunan pemecah ombak guna mencegah pengikisan daratan yang kian parah.

Menurut Saga, jika langkah antisipasi tidak segera diambil, dikhawatirkan garis pantai di Bumi Batiwakkal akan terus menyusut dan mengancam infrastruktur di sekitarnya.

​”Persoalan ini merupakan isu lama. Apabila tidak ditangani secara serius, maka dampak abrasi ini bisa sampai ke permukiman warga dan fasilitas umum,” ucapnya Saga.

​Legislator dari Komisi III ini memberikan catatan khusus bagi kawasan-kawasan yang menjadi ikon wisata sekaligus pemukiman padat. Wilayah pesisir utara hingga selatan Berau dinilai sangat rentan terhadap hantaman gelombang laut.

“Pulau Derawan dan wilayah Biduk-biduk memerlukan perlindungan ekstra. Ini bukan hanya soal menjaga keindahan pantai, tapi melindungi ruang hidup masyarakat di sana,” jelasnya.

​Saga mengingatkan agar proyek penanggulangan abrasi ke depan tidak dilakukan secara asal-asalan atau hanya bersifat tambal sulam. Ia menekankan pentingnya pelibatan ahli untuk memastikan konstruksi pemecah ombak memiliki daya tahan jangka panjang.

“Kajian teknis yang dapat dipertanggungjawabkan harus menjadi catatan utama. Kita ingin penanganan ini tidak bersifat sementara, melainkan solusi permanen yang efektif meredam energi ombak,” ujarnya.

​Pihak DPRD berharap usulan ini menjadi perhatian serius dalam perencanaan anggaran pembangunan infrastruktur.

Mengingat Berau mengandalkan sektor pariwisata bahari, perlindungan terhadap garis pantai menjadi investasi krusial bagi masa depan ekonomi daerah.

(Rin/Adv)