167 Kampung di Kutai Barat Sudah Nikmati Internet Gratis per 31 Desember 2025, Diskominfo Targetkan Blank Spot Nol Persen Tahun Ini

10 Februari 2026
Kepala Diskominfo Kutai Barat, Yuli Permata Mora (dua dari kanan) saat melakukan audiensi dengan kepala Diskominfo Kaltim di Samarinda beberapa waktu lalu.

SENDAWAR, takanews.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus memperluas layanan internet gratis hingga ke wilayah kampung. Hingga akhir tahun 2025, dari total 190 kampung yang ada, sebanyak 167 kampung telah terlayani akses internet.

Sebanyak 167 titik kampung yang mendapat fasilitas internet gratis ini, merupakan program gratis Pol Deri pemerintah provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Yang pelaksanaannya melalui Diskominfo kabupaten.

Kepala Diskominfo Kutai Barat Yuli Permata Mora, menjelaskan, sisa 23 kampung lainnya ditargetkan akan mendapatkan layanan serupa secara bertahap pada tahun ini, sehingga ke depan tidak ada lagi wilayah blank spot di Kutai Barat.

“Pemenuhan layanan internet ini bukan sekadar untuk hiburan. Sekarang internet sudah menjadi kebutuhan di segala lini, mulai dari akses informasi, pendidikan, hingga berbagai layanan masyarakat lainnya,” ujarnya. Termasuk yang tak kalah penting untuk kesehatan.

Yuli menerangkan, pembangunan jaringan internet di kampung-kampung tersebut dilakukan dengan berbagai perangkat dan teknologi, menyesuaikan kondisi geografis masing-masing wilayah.

“Sebagian menggunakan layanan satelit seperti Starlink, ada juga yang menggunakan jaringan Indihome dari Telkom, serta perangkat Orbit. Semua disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan jaringan di lapangan,” jelasnya.

Menurutnya, masih ada anggapan di masyarakat yang mempertanyakan mengapa pemerintah membangun fasilitas internet, bukan hanya fokus pada pembangunan jalan.

Menanggapi hal itu, Diskominfo menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di daerah dilakukan sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

“Pembangunan jalan tetap berjalan melalui OPD terkait. Sementara Diskominfo memiliki tugas menyediakan layanan komunikasi dan informasi, termasuk internet gratis, terutama di daerah yang masih blank spot atau belum terjangkau sinyal,” kata Kadis Kominfo.

Ia menambahkan, kehadiran internet diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kampung. Dengan akses digital, pelaku usaha kecil dapat memasarkan produk, masyarakat lebih mudah mengakses layanan publik, serta membuka peluang pendidikan dan pekerjaan yang lebih luas.

“Harapan kami, dengan akses internet yang merata, kampung-kampung di Kutai Barat bisa semakin maju, baik dari sisi ekonomi, kesehatan, pendidikan, maupun pelayanan masyarakat,” pungkasnya. (*)


Baca Juga