Meningkat, Dinkes Temukan 45 Kasus HIV/AIDS di Bulungan Sepanjang 2025, Ada Anak di Bawah 18 Tahun

TANJUNG SELOR, takanews.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan mencatat tren peningkatan kasus baru HIV/AIDS dalam dua tahun terakhir. Sepanjang 2025 misalnya. Diketahui, jumlah kasus mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Dinkes Bulungan H. Imam Sujono mengatakan, pada 2024 tercatat sebanyak 36 kasus baru HIV/AIDS di Bulungan. Ia merinci, dari jumlah tersebut terdapat kasus pada usia di bawah 18 tahun.
“Untuk usia di bawah 18 tahun terdapat satu orang laki-laki,” kata Imam, Selasa (3/2/2026). Kemudian, pada kelompok usia dewasa jumlah kasus lebih mendominasi. “Di atas usia 18 tahun terdapat 26 laki-laki dan sembilan perempuan,” ungkapnya.
Sementara data pada 2025, jumlah kasus kembali mengalami peningkatan. Tercatat, kasus baru HIV/AIDS meningkat menjadi 45 kasus. Daerah terbanyak masih di ibukota kabupaten, Tanjung Selor.
Ia menyebutkan, kasus tersebut juga ditemukan pada kelompok usia anak. “Di bawah usia 18 tahun terdapat satu laki-laki dan satu perempuan,” katanya.
Sedangkan pada kelompok usia dewasa, jumlah kasus lebih tinggi. “Untuk usia di atas 18 tahun, laki-laki sebanyak 35 orang dan perempuan delapan orang,” jelasnya.
Imam menegaskan, pola kasus HIV/AIDS di Bulungan memiliki karakteristik berbeda dibandingkan daerah lain di Kaltara.
“Untuk wilayah Bulungan berbeda dengan Tarakan, karena kasus LSL (Lelaki Seks dengan Lelaki) masih relatif rendah,” ujarnya.
Ia menyebutkan, jumlah kasus HIV dari kelompok LSL di Bulungan hanya 10 kasus. Selain itu, Dinkes Bulungan juga mencatat sejumlah faktor risiko lainnya. “Wanita Pekerja Seks (WPS) terdapat satu kasus,” ungkapnya.
Kemudian, lanjut Imam, terdapat pula kasus dari pasangan berisiko tinggi (risti) satu kasus. Selain itu, penularan juga ditemukan pada pasangan orang dengan HIV. “Pasangan ODHIV ada dua kasus,” katanya.
Dinkes Bulungan juga mencatat keterkaitan HIV dengan penyakit lain. Pasien tuberkulosis terdapat enam kasus, pasien infeksi menular seksual ada tiga kasus. Ia menambahkan, kasus HIV juga ditemukan pada ibu hamil dan populasi umum.
“Untuk ibu hamil ada tiga kasus dan populasi umum juga tiga kasus,” ujarnya.
Namun demikian, faktor risiko tertinggi di Bulungan justru berasal dari kelompok tertentu. “Faktor risiko tertinggi di Bulungan adalah pelanggan pekerja seks (PS) atau pria yang suka “jajan”, dengan jumlah 16 kasus,” tegasnya.
Menghadapi kondisi tersebut, Dinkes Bulungan terus menggencarkan upaya pencegahan dan edukasi.
“Kami tetap melakukan edukasi kepada masyarakat rentan,” katanya. Imam menegaskan, perhatian khusus juga diberikan kepada kalangan usia sekolah.
“Karena anak sekolah juga mulai ada kasus, kami sangat konsen melakukan edukasi kepada mereka,” imbuhnya. (*ed)
