Kebakaran Menimpa Deretan Kios di Ibukota Provinsi Kaltara, Berikut Kronologi dari Pihak Kepolisian

31 Januari 2026

TANJUNG SELOR, takanews.com – Peristiwa kebakaran hebat melanda sejumlah kios di Jl Jelarai Raya Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) Jumat (30/1/2026) malam kemarin.

Api pertama diperkirakan terjadi pukul 18.40 WITA. Dalam sekejap api merambah ke deretan kios di kawasan Telur Pecah tak jauh dari Tugu Lemlai Suri–salah satu ikon di ibukota provinsi Kaltara itu.

“Terjadi peristiwa kebakaran rumah kontrakan/kios sebanyak 11 unit pada hari Jumat (30/1/2026) di dekat Telur Pecah (Tugu Putri Lemlai Suri),” demikian keterangan dari Kapolresta Bulungan, Kombes Pol Rofikoh Yunianto, disampaikan melalui PS Humas Aipda Hadi Purnomo.

Hadi mengatakan, berdasarkan keterangan saksi atas nama Ehud Fernandus, pemilik konter telepon seluler yang kiosnya turut terbakar, sekira pukul 18.30 WITA.

Saat itu, Ehud sedang melakukan perbaikan telepon genggam di konter miliknya. Secara tiba-tiba muncul garis-garis api di bagian depan konter tersebut, tidak lama kemudian api berhasil dipadamkan dengan menggunakan pasir.

Namun, setelah dilakukan pemadaman, diketahui bahwa api tidak hanya muncul di depan konter Ehud, melainkan juga di warung sembako serta tempat penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) milik Hasriani. Di mana api muncul di samping garasi parkiran mobil milik Hasriani.

“Selanjutnya, secara tiba-tiba sebuah mobil keluar dari garasi dalam kondisi api masih menyala di samping tangki mobil jenis Toyota Hilux yang dikemudikan oleh Muhammad Dong,” kata Hadi dalam keterangan resminya, Jumat (30/01/2026) malam.

Kemudian api terlihat membentuk garis di sepanjang jalan aspal saat mobil tersebut melaju meninggalkan warung dalam kondisi tangki BBM masih terbuka dan api masih menyala.

“Kemudian saudara Ehud langsung berteriak meminta bantuan untuk memadamkan api, sehingga pemilik Toko 77 segera menghubungi petugas pemadam kebakaran guna membantu proses pemadaman,” paparnya.

Sementara itu, keterangan dari Hasriani lanjut Kasi Humas Polresta Bulungan lagi, sekitar pukul 18.30 WITA, Hasriani duduk sambil menjaga toko.

Kemudian melihat api dari samping rumah milik Wiwi, kemudian Hasriani lari mengambil air untuk membantu menyiram.

Setelah itu, Hasriani menyuruh Muhammad Dong untuk menyelamatkan mobil Hilux yang terparkir di depan lokasi kebakaran dan api menyambar di mobil Hilux tersebut.

Setelah mobil tersebut dibawa menjauh, mobil tersebut menumpahkan minyak dan api menyambar ke aspal.

Hadi mengatakan dugaan sementara api berasal dari salah satu kios yang sedang beraktivitas memindahkan BBM.

“Dugaan sementara untuk api berasal dari salah satu kios saat menyalin BBM jenis pertalite di garasi parkiran warung/kios sembako,” bebernya.

Kemudian lanjutnya, api semakin membesar karena jeriken yang dipakai untuk menyalin BBM tumpah sehingga menyambar api menjadi membesar di sekitar toko/kios.

Untuk api berhasil dipadamkan sekira pukul 19.40 WITA dengan bantuan dari gabungan personel Pemadam Kebakaran (Damkar), TNI, Polri, Satpol PP serta masyarakat sekitar.

Dengan perlengkapan kendaraan Damkar Kabupaten Bulungan dan Provinsi Kalimantan Utara, serta dukungan AWC dan kendaraan taktis (rantis) milik POLRI.

Untuk kerugian yang dialami oleh 11 penghuni kios dan kontrakan tersebut diperkirakan mencapai kurang lebih Rp900 juta dan tidak ada korban jiwa.

“Untuk TKP saat ini telah dipasang garis polisi oleh personel Satuan Reskrim Polresta Bulungan guna untuk dapat dilakukannya penyelidikan terkait dengan kejadian kebakaran tersebut,” kata Hadi. (ant)