Jalan Kutai Barat – Mahakam Ulu Dirampungkan Tahun Ini, Dikucurkan Dana Rp90 Miliar

16 Januari 2026

SENDAWAR, takanews.com –  Untuk memperlancar lalu lintas arus barang, jasa, dan manusia Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengalokasikan dana sebesar Rp90 miliar melalui APBD 2026, guna menyelesaikan pembangunan ruas jalan yang menghubungkan dua Kabupaten tepatnya di Kecamatan Tering, Kutai Barat (Kubar) menuju Kecamatan Ujoh Bilang, Mahakam Ulu.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menjelaskan bahwa pembangunan jalan penghubung wilayah di Kaltim tersebut telah dikerjakan sejak tahun 2025 dan tinggal menyisakan pembangunan jalan sepanjang 7,65 km. Rudy berharap total ruas jalan Tering (Kutai Barat) hingga Ujoh Bilang (Mahakam Ulu) sepanjang 31,53 km dapat terhubung pada tahun 2026.

Menurut Rudy percepatan pembangunan akses jalan di wilayah 3 T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal) sangat krusial, dalam upaya mempermudah distribusi barang, jasa, serta mobilitas masyarakat di wilayah hulu benua etam. “Jalan ini harus tuntas, kalau bisa selesai dalam tiga atau enam bulan,” tegas Rudy.

Ia menambahkan bahwa pemerintah tidak ingin menunda-nunda waktu karena masyarakat baik Kubar maupun Mahakam Ulu sangat membutuhkan akses tersebut. Saat ini, pengerjaan jalan yang menghubungkan Kubar- Mahulu tersebut masih menyisakan 9 titik krusial dengan medan yang cukup berat.

Secara akumulatif, pengerjaan rigid pavement (semen beton) telah mencapai 23,91 km hingga tahun 2025. Kepala Dinas PUPR Kaltim, AM Fitra Firnanda, menjelaskan bahwa progres pembangunan terus meningkat signifikan sejak 2023. Pada tahun 2025 saja, penanganan mencakup empat paket pengerjaan dengan total panjang efektif mencapai 19,28 km.

“Sisa 7,65 km yang belum terlaksana akan kami tuntaskan tahun ini sesuai arahan Pak Gubernur. Kami menargetkan sebelum akhir 2026, seluruh ruas jalan Tering-Ujoh Bilang sudah tertangani sepenuhnya,” jelas Nanda.

Antisipasi Bencana

Sementara itu, Kalimantan Timur secara resmi mengalokasikan kuota sebanyak 12.500 paket logistik permakanan dan sandang sebagai langkah strategis mengantisipasi potensi bencana sepanjang tahun 2026. “Patokan kami adalah data kasus bencana tahun 2025, sehingga kami siapkan jumlah paket sekitar itu,” kata Kepala Dinas Sosial Kaltim Andi Muhammad Ishak di Samarinda, Sabtu.

Andi menegaskan angka persiapan ini merupakan hasil evaluasi terhadap tren kebencanaan daerah, meskipun secara kuantitas mengalami penurunan dibanding alokasi tahun sebelumnya. Pemerintah provinsi tetap optimistis jumlah tersebut memadai untuk menanggulangi dampak bencana, namun opsi permintaan dukungan ke pemerintah pusat maupun swasta tetap terbuka lebar jika keadaan mendesak.

“Koordinasi dengan Kementerian Sosial dilakukan apabila eskalasi bencana di lapangan ternyata melonjak drastis melampaui kemampuan stok daerah yang telah ditetapkan,” ujar Andi.

Ia merincikan bahwa angka 12.500 paket tersebut merupakan rencana pengadaan baru yang saat ini belum direalisasikan secara fisik atau belum masuk tahap belanja barang. Pihak dinas memastikan ketersediaan logistik di gudang saat ini masih aman karena terdapat sisa stok tahun lalu yang sengaja disiapkan untuk masa transisi awal tahun. (*)


Baca Juga