Kenalkan Busana Adat Kutai Barat Sejak Dini, Panitia Dahau 2025 Gelar Fashion Show Anak


SENDAWAR, takanews.com – Sebanyak 37 peserta fashion show anak-anak turut memeriahkan rangkaian kegiatan Dahau ke-26 Tahun 2025, yang digelar di Panggung Budaya Sendawar, Rabu (29/10/2025).
Kegiatan ini menjadi salah satu ajang yang dinanti masyarakat, karena menghadirkan penampilan busana adat kreasi penuh warna dari berbagai daerah di Kabupaten Kutai Barat. Ajang ini sekaligus memperkenalkan busana adat Kutai Barat terhadap anak sejak dini.

Hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kutai Barat, FX. Sumardi, serta masyarakat yang antusias menyaksikan kreativitas para peserta cilik menampilkan busana adat dengan gaya modern yang tetap menjaga nilai-nilai budaya daerah.

Fashion show tahun ini mengusung tema “Busana Adat Kreasi”, sebagai upaya melestarikan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kutai Barat kepada generasi muda. Para peserta berasal dari berbagai kecamatan di wilayah Kabupaten Kutai Barat.
Dewan juri yang menilai penampilan peserta terdiri dari Melolo Taylor, Lusia Agatha, dan Stefanus Loris. Berdasarkan hasil penilaian, para pemenang ditetapkan 5 (lima) orang pemenang, yakni Juara 1: Zesa Lolita Trisia, Juara 2: Jeslyn Andreana Geraldine, Juara 3: Nidhipa Nur Hidayat, Juara 4: Jennifer Giselyne Marino dan Juara 5: Emanuela Leona Lerry.
Selain memberikan penilaian, dewan juri juga memberikan pesan dan apresiasi kepada seluruh peserta agar terus mencintai dan mengenakan busana adat dengan baik dan benar.
Salah satu juri, Melolo Taylor, menyampaikan bahwa kolaborasi antara generasi pendahulu dan anak-anak sebagai penerus adat dan budaya merupakan hal yang luar biasa.
“Kolaborasi antara pendahulu dengan anak-anak sebagai penerus adat dan budaya itu sangat luar biasa. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan untuk menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya daerah,” ungkapnya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah edukasi budaya bagi generasi muda Kutai Barat agar semakin mencintai warisan leluhur dan berani berkreasi dengan nilai-nilai kearifan lokal. (adv)
