Yayasan Mahapatih Gajahmada Gelar Sosialisasi Peremajaan Sawit Rakyat

25 September 2023

Bulungan, takanews.com – Peremajaan Sawit Rakyat merupakan upaya peningkatan produktifitas tanaman sawit sekaligus upaya memperbaiki tata kelola perkebunan kelapa sawit nasional secara umum dan kelapa sawit rakyat secara khusus. Hal tersebut disampaikan dalam sosialisasi peremajaan sawit rakyat di Hotel Luminor, Tanjung Selor pada Sabtu (24/9) yang dibuka Sekretaris Daerah (Sekda), Risdianto, S.Pi, M.Si.

Kegiatan yang berlangsung secara hibrid dilaksanakan Yayasan Mahapatih Gajahmada bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit serta narasumber terdiri Anggota DPR RI Komisi XI, H Mukhamad Misbakhum, SE, MH, Tim Ahli Fraksi Partai Golkar DPR RI, Dr Riyono Asnan, SE, M.Si, perwakilan dari Universitas Kaltara, Dinas Pariwisata Kaltara dan praktisi sawit Kaltara.

Sekda menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kegiatan yang merupakan inisiasi dari Komisi XI DPR RI khususnya untuk meningkatkan kesejahteraan petani sawit di Bulungan melalui peningkatan produktifitas serta perbaikan tata kelola.

Disebutkan, Indonesia merupakan pengekspor CPO (Crude Palm Oil) kelapa sawit terbesar yaitu mencapai 55 persen pangsa pasar dunia. Kemudian sekitar 16 persen Produk Domestik Bruto Indonesia ditopang oleh kelapa sawit.

“Kalau kita mampu melaksanakan hilirisasi, produk-produk turunan dari kelapa sawit tentu akan memberi dampak ataupun manfaat lebih besar,” ujarnya. Untuk mengolah produk turunan kelapa sawit membutuhkan kolaborasi, integrasi melalui konsep dasar pentahelix di mana semua pihak baik pemerintah, akademisi, swasta dan lainnya saling bekerjasama mewujudkan hal tersebut.

Diungkapkan, peta perkebunan kelapa sawit di Bulungan masih terhitung kecil dibanding daerah lain. Terdapat 19 perusahaan perkebunan di Bulungan termasuk 7 perusahaan CPO dengan luas tanam sekitar 191 ribu hektare dan realisasi sekitar 70 ribu hektare. Dari luas 70 ribu hektare tersebut terdiri 60 ribu hektare perkebunan inti dan 10 ribu hektare perkebunan plasma. Kemudian masyarakat umum sekitar 3.900 hektare.

“Untuk meningkatkan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan dari produksi kelapa sawit di Bulungan ada beberapa tantangan yang harus kita perhatikan,” sebutnya. Tantangan tersebut antara lain bagaimana perkebunan kelapa sawit dapat berkelanjutan serta mitigasi dampak lingkungan.