

TANJUNG SELOR, takanews.id – Momentum hari kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia (RI) yang jatuh pada 17 Agustus 2022 merupakan hal sakral bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk di wilayah perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara).
Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara, Norhayati Andris mengatakan, bagi masyarakat Kaltara, kemerdekaan itu teraplikasikan dalam bentuk bebas berpendapat dan menyampaikan harapan.
“Termasuk bebas mengawal kebijakan anggaran agar lebih baik dan membawa Kaltara berubah, maju dan sejahtera,” ujar Norhayati kepada Radar Kaltara melalui keterangan tertulis, Rabu (17/8/2022).
Namun, lanjut Politisi PDI Perjuangan ini, memberikan aspirasi, saran dan masukan juga tentu harus dilakukan dengan bahasa yang sopan, baik dan tidak memancing isu sara, serta ujaran kebencian.
“Kaltara ini adalah sebuah anugerah dari Tuhan. Sebagai wilayah perbatasan yang berdampingan langsung dengan negara tetangga Malaysia, Kaltara ini kaya akan sumber daya alam,” tuturnya.
Oleh karena itu, diharapkan pemerintah daerah di Kaltara dapat berbuat untuk berproses menuju upaya mensejahterakan masyarakat. Meskipun usia Kaltara saat ini baru menginjak 10 tahun sesuai ketentuan Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2012 tentang Pembentukan Kaltara.
Lebih luas dijelaskannya, kemerdekaan lain yang juga dirasakan saat ini adalah kemerdekaan dalam berdemokrasi, bebas berkarya, serta bebas mengakses informasi. Bahkan, khusus perempuan juga mendapatkan kebebasan untuk mengembangkan diri dalam berkarir.
Memang pada hakikatnya Indonesia saat ini tidak lagi menggantungkan nasib pada bangsa lain. Namun, ini tidak menghalangi Indonesia untuk bekerja sama dengan negara lain dalam mencapai tujuan yang menguntungkan bersama.
“Dengan dilandaskan kemandirian, kita juga perlu memaksimalkan potensi anak bangsa di segala aspek pembangunan menuju Indonesia emas. Harapannya kemerdekaan ini dapat menjadi jembatan emas menuju masyarakat yang kuat, hingga berdaya saing,” pungkasnya. (adv/hms_dprd)
