Potensi Datangkan PAD, Lewat Industri Olahraga dan Pariwisata

26 Juni 2022

JAKARTA, takanews.id – Menjadikan olahraga sebagai Industri Olahraga dan Pariwisata, menjadi bahasan serius dalam diskusi santai antara Dr Suheriyatna bersama Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, Johny Mahdizal beberapa waktu lalu.

Melalui program ini, juga sekaligus akan menggerakkan para pemuda sebagai stakeholder yang bisa berkembang hingga taraf internasional.

Suheriyatna menyampaikan, olahraga jaman sekarang tidak lagi hanya sekadar olahraga semata, melainkan ada kolaborasi-kolaborasi yang sengaja disandingkan untuk membentuk sebuah nilai-nilai baru yang bisa meningkatkan sumber daya yang ada. Baik sumber daya manusia maupun sumber daya energi yang lainnya.

“Banyak ilmu dan pengetahuan tentang olahraga yang dapat kita dapat dalam diskusi bersama Pak Sekretaris Kemenpora. Saat ini banyak olahraga industri yang berkembang. Dikembangkan kampung-kampung pariwisata yang di dalamnya terdapat aktivitas fisik perpaduan olahraga dan pariwisata yang lebih dikenal dengan sport tourism,” ujar Suheriyatna.

Mengenai sport tourism, Johny menjelaskan jika di zaman sekarang, sport tourism bisa dikembangkan di daerah-daerah dengan memanfaatkan even-even yang dilaksanakan di daerah tersebut, seperti PON, POPDA, dan masih banyak lagi.

“Untuk membuat paket-paket tersebut, perlu adanya sinergitas dari berbagai pihak, Kemenpora, Universitas, dan masih banyak lagi. Sudah saatnya juga kita menggandeng Kemendagri,” ujarnya.

Ia menjelaskan jika ekosistem sport tourism dilakukan dengan baik, maka tidak hanya bidang olahraga yang terangkat, melainkan beberapa aspek diantaranya juga ikut terangkat. “Sport tourism pun bisa dijadikan sebagai bisnis,” tuturnya.

Suheriyatna menambahkan, hal yang tak kalah penting adalah penyediaan infrastruktur atau sarana prasarana olahraganya. Untuk itu, perlu kolaborasi dan sinergi yang apik oleh Pemerintah Daerah, Pusat dan juga pihak-pihak terkait lainnya.

Bagi daerah, melalui industri olahraga yang dikolaborasikan dengan pariwisata, menurut Suheriyatna, berpotensi menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD). Tentu jika dikelola dengan baik dan maksimal. (*)