
TARAKAN, takanews id – Salah satu hal utama yang diperlukan untuk bisa terealisasinya pembangunan jembatan Bulungan – Tarakan (Bulan) adalah adanya studi kelayakan atau FS (Feasibility Study). Oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara), melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkin), laporan akhir FS telah selesai dibuat sejak beberapa tahun lalu.
DR Suheriyatna, mantan Kepala Dinas PUPR-Perkim Kaltara saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan akhir untuk FS terhadap jembatan Bulan yang telah diselesaikan.
“Ya laporan akhir untuk FS Jembatan Bulan sudah ada. Itu dari waktu saya masih Kepala Dinas PUPR-Perkim dulu. Ketika itu, kita kerjasama antara pemprov dengan LAPI-ITB (Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri Institut Teknologi Bandung),” ungkap Suheriyatna.
Selain membuat laporan akhir FS, Pemerintah Provinsi Kaltara, kala itu melalui Dinas PUPR-Perkim juga telah membangun jalan pendekat ke jembatan. Baik dari sisi Kabupaten Bulungan maupun di Tarakan.
Diungkapkan, dari sekian usulan pembangunan jembatan dengan bentangan panjang yang telah masuk ke Kementerian PUPR RI, Jembatan Bulan merupakan salah satu yang sudah lengkap perencanaannya. Termasuk sudah adanya laporan akhir FS.
Untuk percepatan pembangunan jembatan ini, Suheriyatna memberikan masukan kepada Pemprov Kaltara untuk mengusulkan proyek ini menjadi salah satu proyek strategis nasional.
“Yang utama sekarang perlu didorong ke KPPIP (Komite Penyediaan Pembangunan Infrastuktur Prioritas) agar diusulkan menjadi proyek strategis nasional (PSN),” kata Suheriyatna yang sekarang menjadi bagian dari TPE-PSN (Tim Pemantauan Evaluasi Proyek Strategis Nasional) itu. Untuk diketahui, KPPIP di bawah Kemenko Ekonomi yang berwewenang menyeleksi PSN di Indonesia.
“Lewat TPE-PSN, saya insya Allah akan membantu menkomunikasikan persyaratan-persyaratan apa saja yang diperlukan. Apalagi pendekatnya dari dana APBD sudah dimulai,” ungkapnya.
Kembali ia menegaskan, jika ada keinginan kuat ditambah dangan dukungan dari semua pihak, termasuk dari warga Kaltara, ‘mimpi’ untuk memiliki jembatan Bulan bukan hal yang mustahil yang bisa terwujud.
Dia menguraikan, Jembatan Bulan akan berbagi pendanaan dari dua sisi. Konstruksi jembatan dari APBN. Yaitu untuk 7 buah jembatan, dengan bervariasi bentangnya. Kemudian pendekatnya arah Tarakan dan Bulungan oleh APBD.
Pembangunan Jembatan Bulan diperkirakan membutuhkan dana sekitar USD 500 juta atau sekitar Rp 6 triliun. Estimasi panjang jembatan, dari Pulau Tarakan – Liagu – Sekatak Buji – Tanjung Selor sepanjang 162,82 Kilometer (Km). Bentang jembatan sendiri diperkirakan 30-an kilometer hingga daratan Kalimantan (Bulungan) dari Tarakan. (*)
