Untuk Pemenuhan Energi ke Kawasan Industri, Suheriyatna Dorong Percepatan Pembangunan PLTA Mentarang

28 Mei 2022
Foto bersama, usai Suheriyatna berdiskusi dengan warga Paking Mentarang dan beberapa pejabat terkait di lingkup Pemkab Malinau.

JAKARTA, takanews.id – Sebagai bagian dari Tim Pemantau dan Evaluasi (TPE) Proyek Strategis Nasional (PSN) dari Kementerian PUPR RI, DR H Suheriyatna mendorong percepatan realisasi pembangunan kawasan industri di Tanah Kuning-Mangkupadi, sebagai salah satu PSN yang ada di Kalimantan Utara (Kaltara).

Disampaikan, salah satu pemacu percepatan realisasi kawasan industri hijau Indonesia yang sudah diresmikan dimulainya pembangunan oleh Presiden RI Jokowi ini, adalah ketersediaan energi untuk memasuk kebutuhan listrik di kawasan industri.

Seperti diketahui, ada dua potensi sumber energi untuk memenuhi kebutuhan listrik di kawasan industri hijau yang diproyeksikan bakal menjadi yang terbesar di Asia itu. Yaitu, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Kayan di Peso, Bulungan dan PLTA Mentarang di Malinau.

Selain di PLTA Kayan yang kini tengah berprogres mengawali pembangunan, PLTA Mentarang juga telah berprogres dengan baik.

Suheriyatna berkesempatan bertemu dan melakukan dialog dengan masyarakat Desa Paking, Kecamatan Mentarang, lokasi pembangunan PLTA.

Difasilitasi oleh PT Kayan Hidropower Nusantara (KHN), selaku pemrakarsa pembangunan PLTA di Sungai Mentarang, warga Paking, dengan didampingi aparat desa, kecamatan, dan beberapa kepala OPD terkait di lingkup Pemkab Malinau melakukan studi banding ke lokasi PLTA Waduk Jati Gede, Jawa Barat.

Foto bersama, usai Suheriyatna berdiskusi dengan warga Paking Mentarang dan beberapa pejabat terkait di lingkup Pemkab Malinau.

“Kebetulan kami satu pesawat dengan rombongan dari Tarakan menuju Jakarta. Kami sempat berbincang, dialog terkait pembangunan PLTA di Mentarang ini,” kata Suheriyatna.

Dia berharap, pembangunan PLTA Sungai Mentarang bisa berjalan sesuai progres, dan menjadi pemasok energi listrik di Kawasan Industri Tanah Kuning-Mangkupadi Kabupaten Bulungan.

“Pembangunan PLTA dan kawasan industri merupakan dua proyek strategis yang harus saling sinergis dan terintegrasi. Untuk itu dua-duanya harus kita dorong percepatan pembangunannya,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas PUPR-Perkim Provinsi Kaltara ini.

Untuk diketahui, PLTA Mentarang Induk merupakan sebuah proyek yang berpotensi menjadi katalis pengembangan industri di Kalimantan Utara. Jika PLTA berjalan sesuai rencana, maka tenaga listrik yang akan dihasilkan diusulkan untuk dialirkan melalui transmisi 500 kilovolt (kV) sepanjang 230 kilometer dari arah Malinau, melalui Tana Tidung, kemudian lanjut ke Bulungan hingga kawasan industri Tana Kuning.

PLTA Mentarang yang diprakarsai oleh PT Kayan Hydropower Nusantara – sebuah perusahaan joint venture antara Sarawak Energy Group dan KPP Group itu direncanakan mampu menghasilkan listrik hingga 1.375 Megawatt (MW).

Informasi yang diperoleh, pembangunan PLTA tersebut, saat ini sudah dalam proses usulan ke pusat, untuk bisa masuk menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). (*/can)