
Penyaluran BBM 1 Harga Sudah Berjalan Sejak Hampir Satu Dekade
TANJUNG SELOR, takanews.id – Realisasi bahan bakar minyak (BBM) satu harga di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) telah berjalan sejak hampir satu dekade atau tepatnya sejak 9 tahun silam. Pelaksanaannya pun telah berjalan lancar, serta dapat dirasa manfaatnya oleh masyarakat Kaltara, utamanya di wilayah perbatasan, sebagai daerah prioritas.
Bahkan informasi dari pihak Pertamina, selaku penyalur, di provinsi bungsu di Tanah Air ini, telah bertambah titik penyalurannya. Dari sebelumnya hanya di daerah perbatasan. Yaitu di Kecamatan Krayan, Sebatik Kabupaten Nunukan dan perbatasan Malinau, sekarang bertambah di beberapa titik lain, utamanya di daerah 3 T (tertinggal, terluar dan terisolir). Termasuk di beberapa kecamatan di Bulungan.
“BBM Satu Harga sudah dimulai sejak lama, dengan pilot project di Krayan. Alhamdulillah masih berjalan sampai sekarang. Bahkan semakin bertambah titik penyalurannya. Yang secara otomatis, bertambah kuotanya,” ungkap Faisal, dari Pertamina, Minggu (15/05/2022).
Tak hanya BBM, saat ini juga ada penyaluran gas elpiji bersubsidi ke wilayah 3T ini.
Untuk proses distribusi saat ini menggunakan seluruh jenis moda transportasi, baik darat, laut dan udara. “Kalau Krayan, pakai pesawat ke sana. Karena tidak ada akses darat,” ujarnya.
Dia menambahkan, aksesbilitas menjadi kendala dalam penyaluran BBM ini. Sehingga menyebabkan cost atau biaya yang tinggi.
Ia merasa agar realisasi BBM satu harga itu bisa lebih maksimal lagi, sangat diperlukan dukungan infrastruktur jalan dan listrik. “Semakin baik infrastruktur semakin baik. Karena BBM Satu Harga ini sebagai agen perubahan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Terkait dukungan infrastruktur ini, Dr H Suheriyatna dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI mengungkapkan, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan ke wilayah perbatasan utamanya, menjadi prioritas Pemerintah, melalui Kementerian PUPR.
Semenjak dirinya masih menjabat sebagai Kepala Dinas PUPR-Perkim Kaltara.
“Soal penyaluran BBM satu harga ini, saya masih ingat. Ini kita usulkan ke Menteri BUMN, saat itu Ibu Rini Soemarno. Alhamdulillah masih berjalan sampai sekarang,” kata Suheriyatna.
Untuk insfrastruktur sendiri, sejak 2017 telah mulai dibangun jalan ke Krayan dari Malinau. Dan progresnya hingga kini masih berjalan pembangunannya.
“Tentu itu harus terus kita dorong. Kalau jalan ini bisa tembus dan dimanfaatkan masyarakat, tidak hanya memperlancar distribusi BBM. Namun juga dapat mengungkit sektor ekonomi lainnya di Perbatasan. Termasuk di sektor kesehatan maupun pendidikan. Karena akan mempermudah akses transportasi, baik orang maupun barang,” ujar Bang Yatna yang sekarang sebagai bagian dari Tim Percepatan Proyek Strategis Nasional Kementerian PUPR tersebut. (*/can)
