

JAKARTA, takanews.id – Sebagai tindak lanjut dari Rapat Dengar Pendapat (RDP), tentang menyikapi kelangkaan minyak goreng di DPRD Prov Kalimantan Utara pada 28 Maret 2022, Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Utara mendatangi Kementerian Perdagangan di Jakarta (Jumat, 01/04/22).
Rombongan Komisi II diterima oleh Direktur Perdagangan Dalam Negeri Oke Nurwan. Dalam pertemuan ini Komisi II menyampaikan aspirasi dari masyarakat Provinsi Kalimantan Utara terkait fenomena kelangkaan minyak goreng, secara khusus di Kalimantan Utara yang wilayahnya memiliki lahan perkebunan sawit yang besar di Indonesia.
Menanggapi itu, Oke Nurwan menegaskan, bahwa terjadi perubahan mendasar terkait Harga Eceran Tertinggi minyak goreng kemasan. Ini dikarenakan urgensi situasi pandemik sekarang, di mana menimbulkan banyak antrian masyarakat untuk mendapatan minyak goreng kemasan.
Untuk itu HET dilepaskan menurut harga pasaran, dengan tujuan mengurangi potensi penimbunan, dan memang dampaknya terasa, minyak goreng kemasan sudah tidak langka lagi di pasaran, walaupun harganya tergolong mahal.

Antisipasi pemerintah adalah menetapkan HET minyak goreng curah sebesar Rp. 14.000. Menurut dia, Provinsi Kalimantan Utara memang mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah Pusat terkait kelangkaan minyak goreng ini.
Saat ini sudah ada stok minyak goreng curah untuk Provinsi Kalimantan Utara. Namun persoalannya, karena tidak tersedianya refinery atau penampungan untuk minyak goreng dalam jumlah besar, stok minyak goreng curah untuk provinsi Kaltara terpaksa menumpang dulu di Balikpapan.
Saat ini, kata dia, sedang diusahakan untuk distribusi menuju Kalimantan Utara, entah itu lewat darat atau laut.
Untuk itu pihak kementerian mengajak Pemerintahan Provinsi Kalimantan Utara supaya bisa memikirkan upaya terbaik distribusi minyak goreng curah bisa lancar. Saat ini yang paling mendesak adalah kebutuhan refinery atau tangki penampung dan juga transportasi khusus minyak goreng, agar suplai dari Pusat bisa lancar untuk masyarakat Provinsi Kalimantan Utara, dan hasilnya pada hari Sabtu, 2 April 2022 minyak goreng curah tersebut sudah bisa di distribusikan di Tanjung Selor.(hms/adv)
