Brida Kukar Siapkan Rekomendasi Perbaikan 17 Program Dedikasi Lewat 20 Kajian Strategis

31 Oktober 2026

TENGGARONG, takanews.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) berupaya memastikan pelaksanaan 17 program dedikasi Kukar Idaman Terbaik berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Untuk mendukung upaya tersebut, Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kukar menyiapkan hasil dari 20 kajian strategis sebagai dasar evaluasi sekaligus bahan penyempurnaan kebijakan daerah.

Kajian yang dilakukan tidak hanya menyasar capaian program pemerintah, tetapi juga melihat respons masyarakat terhadap kebijakan yang telah berjalan. Salah satu fokusnya ialah mengukur persepsi dan tingkat kepuasan warga terhadap bantuan langsung yang diberikan Pemkab Kukar.

Kepala Brida Kukar, Bahari Joko Susilo menjelaskan, riset tersebut diperlukan agar pemerintah memiliki gambaran berdasarkan hasil kajian sebelum menentukan langkah perbaikan. Dengan begitu, kebijakan yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program, tetapi juga mempertimbangkan manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Yang ingin kami dorong adalah bagaimana hasil riset ini bisa menjadi masukan bagi pemerintah daerah. Jadi, setiap kajian yang dilakukan nantinya dapat memberikan rekomendasi untuk mendukung pembangunan di Kukar,” ungkap Bahari, Jumat (30/10/2026).

Selain mengevaluasi program bantuan, Brida Kukar turut memberikan perhatian terhadap upaya peningkatan integritas birokrasi. Hal itu dilakukan melalui kajian peningkatan Survei Penilaian Integritas (SPI) serta pembangunan zona integritas di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD).

Bahari menyebutkan, saat ini baru terdapat tiga OPD di Kukar yang berhasil memperoleh predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi pemicu bagi perangkat daerah lainnya untuk meningkatkan standar integritas, terutama OPD yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik.

Menurutnya, perluasan predikat WBK bukan sekadar mengejar pengakuan administratif, melainkan bagian dari upaya membangun lingkungan pemerintahan yang berintegritas dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah.

“Kami berharap OPD lainnya juga bisa mengikuti, khususnya perangkat daerah yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. Melalui survei dan kajian ini, kami ingin mendorong peningkatan kualitas pelayanan sekaligus integritas di lingkungan Pemkab Kukar,” jelasnya.

Di luar dua aspek tersebut, ruang lingkup penelitian Brida juga mencakup sejumlah sektor pembangunan lainnya. Di antaranya kajian mengenai kondisi iklim, indeks infrastruktur, hingga persepsi masyarakat terhadap berbagai program dedikasi yang sedang dijalankan pemerintah daerah.

Seluruh hasil penelitian itu nantinya akan dihimpun dan dianalisis untuk menghasilkan rekomendasi yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan arah kebijakan berikutnya.

Bahari menegaskan, keberadaan 20 kajian strategis tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran mengenai aspek yang sudah berjalan baik maupun bagian yang masih membutuhkan pembenahan. Hasilnya kemudian menjadi salah satu pijakan Pemkab Kukar dalam menyempurnakan pelaksanaan 17 program dedikasi Kukar Idaman Terbaik.

“Setelah seluruh kajian terkumpul, hasilnya akan kami evaluasi dan susun menjadi rekomendasi. Harapannya, perbaikan yang dilakukan ke depan bisa membuat pelaksanaan 17 program dedikasi semakin optimal dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (sr/adv)


Baca Juga