Antisipasi Bencana Musim Hujan, BPBD Kukar Siapkan Edaran Mitigasi untuk Masyarakat

30 Oktober 2026

TENGGARONG, takanews.com – Menghadapi peningkatan potensi bencana akibat perubahan cuaca, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara (Kukar) tengah menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi banjir, tanah longsor hingga pohon tumbang.

Salah satu upaya yang disiapkan yakni penerbitan surat edaran (SE) berisi imbauan kepada masyarakat, pemerintah daerah, serta sektor swasta agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan.

Sekretaris BPBD Kukar, Aspianur Sandi, menyebutkan penyusunan edaran tersebut masih berlangsung dengan mengacu pada kebijakan dan arahan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Dokumen itu ditargetkan dapat diterbitkan dalam waktu dekat.

Menurutnya, langkah antisipasi perlu dilakukan lebih awal mengingat kondisi cuaca di sejumlah wilayah Kukar mulai menunjukkan perubahan. Hujan sudah turun di beberapa kawasan, meskipun intensitas dan penyebarannya belum merata.

“Surat edaran sedang kami siapkan dengan menyesuaikan petunjuk dari pemerintah provinsi. Kami berharap prosesnya bisa segera rampung sehingga dalam dua sampai tiga hari ke depan sudah dapat diterbitkan,” ungkap Sandi, Kamis (29/10/2026).

Ia memperkirakan masa peralihan menuju musim penghujan masih berlangsung hingga penghujung Oktober. Sementara itu, intensitas hujan diprediksi semakin meningkat memasuki pekan ketiga November dan mencapai puncaknya pada Desember.

Meski demikian, BPBD Kukar masih menunggu perkembangan informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai acuan dalam memantau kondisi musim penghujan di daerah.

Sandi mengingatkan, perubahan cuaca setelah periode kemarau panjang perlu menjadi perhatian bersama. Kondisi tanah yang mengalami retakan selama musim kering berpotensi meningkatkan kerawanan longsor ketika kembali diguyur hujan.

Selain itu, curah hujan tinggi yang disertai angin kencang juga dapat memicu genangan, banjir, serta tumbangnya pepohonan di sejumlah titik.

Karena itu, ia meminta masyarakat tidak hanya mengandalkan penanganan pemerintah ketika bencana terjadi. Upaya pencegahan di lingkungan masing-masing dinilai menjadi bagian penting untuk menekan risiko yang ditimbulkan.

Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan di antaranya memastikan saluran drainase dan aliran sungai tidak tersumbat sampah maupun material lainnya. Pembersihan tersebut diperlukan agar debit air hujan dapat mengalir dengan lancar dan tidak meluap ke kawasan permukiman.

BPBD juga mendorong pemangkasan dahan maupun pohon yang berpotensi roboh, terutama di sekitar lingkungan tempat tinggal dan fasilitas umum. Pelaksanaannya dapat dikoordinasikan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, pengurus RT, serta warga setempat.

Sandi berharap kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan menjadi perhatian seluruh elemen, sehingga potensi bencana dapat diantisipasi sebelum menimbulkan dampak yang lebih luas.

“Jangan menunggu sampai terjadi bencana. Kami mengajak masyarakat, pemerintah, dan pihak swasta mulai melakukan pencegahan dari sekarang, baik melalui pembersihan saluran air maupun penanganan pohon yang berisiko tumbang,” tutupnya. (sr/adv)


Baca Juga