Disdikbud Kukar Gandeng Inspektorat Evaluasi Penyaluran Seragam Sekolah

28 Oktober 2026

TENGGARONG, takanews.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menyiapkan evaluasi terhadap program bantuan perlengkapan sekolah setelah proses penyaluran seragam kepada peserta didik dinyatakan selesai. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Evaluasi tersebut akan melibatkan Inspektorat guna meninjau pelaksanaan bantuan yang didistribusikan melalui koperasi di masing-masing sekolah. Hasil peninjauan nantinya menjadi bahan bagi pemerintah daerah untuk mengidentifikasi kekurangan sekaligus menyempurnakan mekanisme program.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah, menjelaskan bahwa penyelesaian distribusi belum menjadi akhir dari pelaksanaan program. Pemerintah masih perlu memastikan kesesuaian antara perencanaan dan kondisi di lapangan.

Ia menyebutkan, penilaian akan diarahkan pada ketepatan penerima, kesesuaian jumlah perlengkapan yang diberikan, serta waktu penyalurannya.

“Setelah bantuan tersalurkan, kami ingin memastikan pelaksanaannya sudah sesuai dengan tujuan program. Karena itu, Inspektorat akan dilibatkan untuk menilai sejauh mana bantuan ini berjalan efektif,” ujar Heriansyah, Rabu (28/10/2026).

Menurutnya, evaluasi juga diperlukan sebagai dasar untuk menentukan langkah perbaikan pada pelaksanaan berikutnya. Dengan begitu, berbagai kendala yang ditemukan selama penyaluran dapat ditangani agar tidak kembali terulang.

Heriansyah menegaskan, pelaksanaan program pemerintah perlu terus disempurnakan berdasarkan hasil pemantauan. Kekurangan yang ditemukan bukan hanya menjadi catatan, melainkan harus ditindaklanjuti melalui perbaikan mekanisme maupun pelaksanaan di lapangan.

“Dari hasil evaluasi itu, kami bisa mengetahui bagian mana yang masih perlu dibenahi. Tujuannya agar pelaksanaan program ke depan semakin baik dan bantuan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan peserta didik,” jelasnya.

Dalam program tersebut, bantuan yang diberikan tidak hanya berupa pakaian seragam. Setiap paket juga mencakup topi, sepatu, dan tas sekolah, termasuk seragam batik serta pakaian dengan warna yang telah ditentukan.

Disdikbud Kukar menetapkan standar perlengkapan yang harus dipenuhi sekolah penerima. Ketentuan ini menjadi acuan dalam pelaksanaan program agar bantuan yang disediakan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Besaran anggaran untuk setiap paket juga disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Berdasarkan perkiraan yang disampaikan, alokasi untuk siswa SMP mencapai Rp1,75 juta per paket, SD sekitar Rp1,5 juta, sedangkan PAUD sekitar Rp1,2 juta. Angka tersebut masih perlu dikonfirmasi melalui data resmi dinas terkait.

Program bantuan perlengkapan sekolah ini menjadi salah satu bentuk dukungan Pemkab Kukar dalam memperluas akses pendidikan sekaligus meringankan kebutuhan perlengkapan belajar keluarga. Kebijakan tersebut sejalan dengan misi Kukar Idaman Terbaik, terutama dalam mewujudkan pemerataan pelayanan dasar bagi masyarakat.

Selain bantuan perlengkapan sekolah, pemerintah daerah juga memberikan dukungan melalui program beasiswa bagi peserta didik. Berbagai kebijakan tersebut diarahkan untuk memperkuat akses masyarakat terhadap pendidikan.

Melalui evaluasi yang direncanakan, Pemkab Kukar diharapkan dapat memastikan bantuan tidak hanya tersalurkan, tetapi juga terlaksana secara akuntabel dan tepat sasaran. Hasil evaluasi akan menjadi salah satu pijakan untuk meningkatkan kualitas program pendidikan pada tahap berikutnya. (sr/adv)


Baca Juga