Bukan Sekadar Karya Perkemahan, Kreativitas Pelajar Pramuka Nunukan Berpeluang Jadi UMKM dan Oleh-Oleh Khas Daerah

25 Oktober 2026

NUNUKAN, takanews.com – Kreativitas anak-anak muda bisa menjadi awal lahirnya peluang usaha. Dari tangan para pelajar yang mengikuti kegiatan Bulan Bakti Pramuka bertajuk Kemah Bakti Kreatif dan Inovatif Saka Widya Budaya Bakti Kwartir Daerah (Kwarda) Kalimantan Utara (Kaltara) di Kabupaten Nunukan, berbagai karya mulai diperkenalkan, mulai dari olahan makanan berbahan rumput laut, kerajinan tangan, hingga kreasi yang mengangkat kekayaan budaya daerah.

Karya-karya tersebut bukan sekadar hasil kreativitas untuk ditampilkan selama perkemahan. Di baliknya, tersimpan potensi untuk dikembangkan menjadi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), bahkan menjadi cendera mata khas yang dapat dibawa pulang oleh masyarakat maupun tamu yang berkunjung ke Kabupaten Nunukan.

Peluang ini menjadi angin segar bagi para pelajar. Kreativitas yang selama ini tumbuh melalui kegiatan pendidikan dan kepramukaan diharapkan memperoleh ruang lebih luas untuk berkembang, dikenal masyarakat, dan memiliki nilai ekonomi.

Ketua Kwarda Kaltara, Hj. Rahmawati, S.H., mengapresiasi beragam karya yang dihasilkan para peserta. Menurutnya, kreativitas tersebut menunjukkan bahwa pelajar memiliki kemampuan untuk melihat potensi di lingkungan sekitar dan mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Rahmawati mengaku telah berkomunikasi dengan Bupati Nunukan agar pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap karya para pelajar, termasuk membuka peluang promosi apabila produk yang dihasilkan memenuhi persyaratan.

“Saya sudah berbicara dengan Pak Bupati agar anak-anak itu menjadi semangat ketika hasil karya mereka dilihat dan dipromosikan oleh kepala daerah setempat,” ujarnya, Jumat (23/10/2026).

Bagi Rahmawati, perhatian terhadap karya pelajar bukan hanya soal memasarkan produk. Lebih dari itu, dukungan tersebut dapat menjadi bentuk penghargaan atas proses belajar, keberanian mencoba, dan semangat berinovasi yang telah mereka tunjukkan.

Ketika hasil karya mereka mendapat perhatian, para pelajar diharapkan semakin percaya diri untuk mengembangkan ide-ide baru. Mereka juga dapat belajar bahwa kreativitas yang ditekuni dengan sungguh-sungguh berpotensi membuka peluang usaha pada masa mendatang.

Dari Olahan Rumput Laut hingga Cendera Mata Khas Nunukan

Salah satu potensi yang menarik untuk dikembangkan adalah produk olahan makanan berbahan baku lokal, termasuk rumput laut. Bahan yang tersedia di lingkungan sekitar dapat menjadi peluang bagi pelajar untuk menciptakan produk kreatif dengan nilai tambah.

Rahmawati berharap produk tersebut nantinya dapat memperoleh pendampingan agar berpeluang masuk ke jaringan UMKM, termasuk melalui dukungan kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Namun, sebelum dipasarkan secara lebih luas, produk makanan harus memenuhi ketentuan yang berlaku, termasuk persyaratan kelayakan dan sertifikasi halal sesuai kategori serta peraturan yang mengatur produk tersebut.

Dengan proses pendampingan yang tepat, para pelajar tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga memahami pentingnya menjaga kebersihan, kualitas, keamanan pangan, dan kepercayaan konsumen.

Produk yang dikembangkan secara konsisten diharapkan dapat menjadi pilihan oleh-oleh khas Nunukan. Dengan demikian, kreativitas pelajar tidak hanya memberikan manfaat bagi diri mereka sendiri, tetapi juga berpotensi mendukung pengembangan ekonomi lokal dan memperkenalkan identitas daerah kepada masyarakat luas.

Selain pengolahan produk, Rahmawati juga menyampaikan peluang dukungan dari Dinas Pertanian berupa bantuan bibit. Para peserta diharapkan dapat memanfaatkan lahan sekolah untuk kegiatan berkebun sebagai bagian dari pembelajaran yang produktif.

Melalui kegiatan tersebut, pelajar dapat mengenal proses produksi sejak awal, mulai dari menanam dan merawat tanaman, memanfaatkan hasil panen, hingga mengolah bahan baku menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Pembelajaran semacam ini diharapkan menumbuhkan kemandirian, kreativitas, serta jiwa kewirausahaan sejak dini.

Bupati Nunukan: Kualitas Harus Konsisten agar Menjadi Produk Unggulan

Menanggapi potensi tersebut, Bupati Nunukan sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Nunukan, Irwan Sabri, menyampaikan apresiasi terhadap kreativitas para pelajar yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, karya peserta tidak hanya berupa olahan makanan, tetapi juga mencakup unsur budaya, rumah adat, dan berbagai cendera mata yang mencerminkan kekayaan daerah.

Bupati menilai kreativitas tersebut merupakan modal awal yang baik untuk memperkenalkan produk lokal. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa mengembangkan karya menjadi produk UMKM membutuhkan proses dan komitmen yang berkelanjutan.

Kualitas produk, cita rasa, dan konsistensi produksi menjadi hal penting yang harus diperhatikan agar produk mampu memenuhi kebutuhan pasar dan mendapatkan kepercayaan konsumen.

“Kalau sudah bisa konsisten, insyaallah nanti bisa ditingkatkan lagi dan dinaikkan ke UMKM. UMKM-nya nanti menjadi ciri khas Kabupaten Nunukan dan bisa menjadi cendera mata setiap tamu yang ada di Kabupaten Nunukan,” terangnya.

Pernyataan tersebut membuka harapan bagi para pelajar agar karya yang mereka hasilkan tidak berhenti sebagai pajangan dalam kegiatan perkemahan. Dengan pembinaan dan pendampingan yang berkelanjutan, karya tersebut berpeluang tumbuh menjadi produk yang memiliki identitas dan daya saing.

Ke depan, dukungan pemerintah daerah diharapkan tidak hanya berupa apresiasi, tetapi juga pendampingan dalam peningkatan kualitas, pemenuhan persyaratan produk, pengemasan, promosi, serta akses pemasaran.

Sebab, bagi para pelajar, kesempatan melihat hasil karya mereka dipasarkan dan dimanfaatkan masyarakat dapat menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk terus berkarya.

Dari sebuah perkemahan, bisa tumbuh ide usaha. Dari kreativitas sederhana, bisa lahir produk kebanggaan daerah. Dan dari tangan generasi muda, Nunukan memiliki peluang untuk memperkenalkan kekayaan lokal melalui karya yang tidak hanya menarik, tetapi juga bermanfaat bagi perekonomian masyarakat.

Kini, tantangannya adalah memastikan peluang tersebut ditindaklanjuti dengan pembinaan nyata agar semangat kreatif para pelajar dapat berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan.

Karena karya terbaik anak-anak muda bukan hanya layak dipamerkan, tetapi juga pantas mendapat kesempatan untuk tumbuh dan memberi manfaat bagi daerahnya. (*)


Baca Juga