Internet Satelit Jadi Alternatif Perluas Akses Internet ke Pedalaman Kukar

TENGGARONG, takanews.com – Keterbatasan jaringan fiber optik di sejumlah wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi salah satu tantangan dalam pemerataan akses internet. Untuk mengatasi kendala tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar melalui Program RT-KU Terbaik membuka peluang pemanfaatan teknologi internet berbasis satelit bagi wilayah yang belum terjangkau jaringan kabel.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar, Solihin, menyebut teknologi satelit dapat menjadi alternatif untuk mendukung penyediaan internet gratis di lingkungan rukun tetangga (RT), terutama di kawasan yang belum terlayani provider.
Menurutnya, kondisi infrastruktur jaringan di Kukar belum sepenuhnya merata. Sebagian wilayah, khususnya kawasan perkotaan, telah memiliki akses fiber optik. Namun, masih terdapat ratusan RT yang belum terjangkau jaringan tersebut.
“Untuk wilayah yang tidak ada kabel optiknya, teknologinya tentu berbeda. Kita bisa menggunakan satelit, seperti Starlink, Orbit, dan layanan lainnya,” ujar Solihin, Kamis (23/10/2026).
Ia menjelaskan, pemilihan teknologi internet akan disesuaikan dengan ketersediaan infrastruktur di masing-masing wilayah. RT yang telah terjangkau jaringan fiber optik dapat memanfaatkan layanan provider, sedangkan daerah yang belum memiliki akses kabel perlu mempertimbangkan pilihan teknologi lain.
Solihin mengatakan, keterbatasan akses internet juga masih ditemukan di sejumlah permukiman yang berada jauh dari jangkauan menara base transceiver station (BTS). Selain faktor jarak, belum tersedianya layanan provider di kawasan tertentu turut memengaruhi akses masyarakat terhadap jaringan internet.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam perencanaan penyediaan internet melalui Program RT-KU Terbaik. Pemanfaatan internet satelit diharapkan dapat menjadi pilihan untuk menjangkau kawasan yang sulit dilayani melalui infrastruktur kabel optik.
Dalam pelaksanaannya, Diskominfo Kukar bertugas mendampingi RT dalam menentukan teknologi yang sesuai, termasuk kebutuhan perangkat pendukung seperti router dan access point. Jumlah perangkat akan menyesuaikan kondisi wilayah serta banyaknya penduduk yang akan memanfaatkan layanan tersebut.
Sementara itu, pembiayaan penyediaan internet disebut bersumber dari anggaran RT. Diskominfo berperan dalam pengawalan teknis, penyusunan petunjuk pelaksanaan, serta pendampingan untuk memastikan teknologi dan perangkat yang dipilih sesuai kebutuhan.
Meski teknologi satelit menjadi salah satu opsi bagi wilayah yang belum terjangkau fiber optik, Solihin belum merinci jumlah RT yang akan menggunakan teknologi tersebut maupun jadwal pemasangannya. Penentuan kebutuhan dan pilihan teknologi masih perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah dalam mendukung realisasi internet gratis melalui Program RT-KU Terbaik. (sr/adv)
