Irau ke-12 dan HUT ke-27 Malinau Makin Dekat, 190 UMKM Bersiap Tawarkan Produk Unggulan

MALINAU, takanews.com — Pesta Budaya Irau ke-12 yang dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Malinau bukan sekadar perayaan budaya dan hari jadi daerah. Momentum ini juga menjadi kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk, menjangkau konsumen lebih luas, sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Menjelang pelaksanaan yang dijadwalkan pada 20–26 Oktober 2026, persiapan terus dimatangkan. Sebanyak 190 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) telah dinyatakan lolos verifikasi dan bersiap meramaikan kegiatan di Panggung Budaya Padan Liu’ Burung, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.
Keterlibatan ratusan pelaku usaha tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam penyelenggaraan Irau tahun ini. Di tengah semarak pertunjukan seni, tradisi, dan keberagaman budaya, kehadiran UMKM diharapkan memberikan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
190 UMKM, kuliner menjadi sektor terbanyak
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malinau, Sergius, menyampaikan bahwa seluruh peserta UMKM telah melalui proses verifikasi sebelum mengikuti kegiatan.
Dari total 190 peserta, sebanyak 134 UMKM bergerak di bidang kuliner, 18 UMKM kerajinan dan batik, tujuh UMKM kafe, tujuh UMKM fesyen, serta delapan UMKM kuliner nonhalal. Selain itu, terdapat 16 unit permainan yang turut disiapkan untuk meramaikan suasana festival.
Komposisi tersebut memperlihatkan besarnya peran sektor kuliner dalam aktivitas usaha masyarakat Malinau. Beragam produk makanan dan minuman akan menjadi bagian dari pengalaman pengunjung saat menikmati rangkaian pesta budaya.
Bagi pelaku UMKM, kesempatan ini bukan hanya soal membuka lapak selama festival. Irau menjadi ruang untuk memperkenalkan identitas produk, menguji daya tarik pasar, membangun hubungan dengan pelanggan, dan membuka peluang usaha yang berkelanjutan setelah perayaan berakhir.
Persiapan diperkuat, kualitas pelayanan menjadi perhatian
Untuk memastikan seluruh peserta siap mengikuti kegiatan, Disperindag Malinau telah memberikan arahan dan bimbingan teknis kepada para pelaku UMKM di kawasan Panggung Budaya Padan Liu’ Burung pada Jumat (16/10/2026).
Pembekalan tersebut mencakup persiapan teknis pelaksanaan serta hal-hal yang perlu diperhatikan selama kegiatan berlangsung. Para peserta diharapkan menyiapkan produk unggulan, menjaga kualitas dan kebersihan, menata tempat usaha dengan baik, serta memberikan pelayanan yang ramah kepada pengunjung.
Sergius juga menekankan pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, kesiapan, dan kerja sama seluruh peserta agar kegiatan dapat berlangsung tertib dan lancar.
Kesiapan tersebut penting karena pengalaman pengunjung tidak hanya ditentukan oleh kemeriahan acara, tetapi juga oleh kenyamanan berbelanja, kebersihan lingkungan, kualitas produk, dan pelayanan yang diterima.
Melalui sistem pendaftaran berbasis aplikasi SAGET (Smart Government), peserta yang telah terverifikasi juga diharapkan dapat mengikuti ketentuan penyelenggaraan secara tertib.
Budaya dan ekonomi bergerak bersama
Sementara itu Ketua panita Irau Ernes Silvanus, mengatakan, Irau memiliki arti penting bagi masyarakat Malinau karena menjadi ruang untuk menampilkan kekayaan tradisi, seni, dan keberagaman etnis yang hidup berdampingan di daerah tersebut.
Namun, lanjut Sekda Kabupaten Malinau ini, manfaat perayaan diharapkan tidak berhenti pada panggung pertunjukan. Perputaran transaksi di area UMKM, meningkatnya kunjungan masyarakat, serta terbukanya peluang promosi produk lokal menjadi bagian dari dampak yang perlu diperhatikan.
Dengan ribuan pengunjung yang berpotensi hadir selama festival, para pelaku usaha memiliki kesempatan untuk memperluas pasar. Di sisi lain, penyelenggaraan yang tertib dan nyaman juga diperlukan agar pengunjung dapat menikmati kegiatan sekaligus mendukung usaha masyarakat.
Karena itu, keberhasilan Irau tidak semata-mata diukur dari kemeriahan acara, tetapi juga dari sejauh mana kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi pelaku usaha, memperkuat kebanggaan terhadap budaya daerah, dan mendorong aktivitas ekonomi lokal.
Menyambut perayaan, menguatkan kebanggaan terhadap Malinau
Selain aktivitas UMKM, rangkaian Irau ke-12 dan HUT ke-27 Kabupaten Malinau juga akan diisi dengan agenda budaya, termasuk Karnaval Budaya Nusantara yang diperkirakan melibatkan sekitar 23.000 peserta dari berbagai etnis, paguyuban, dan kalangan pelajar.
Partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan tersebut menjadi cerminan kekayaan budaya sekaligus semangat kebersamaan yang tumbuh di Bumi Intimung.
Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Malinau yang jatuh pada 26 Oktober juga menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan terhadap daerah dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam pembangunan.
Dengan persiapan yang terus dilakukan, Irau ke-12 diharapkan berlangsung lancar, menjadi ruang ekspresi budaya, serta membuka peluang yang lebih luas bagi usaha lokal untuk berkembang.
Pada akhirnya, kemeriahan Irau akan terasa lebih bermakna apabila kebanggaan budaya berjalan seiring dengan tumbuhnya ekonomi masyarakat. Dari panggung seni hingga lapak UMKM, setiap partisipasi menjadi bagian dari upaya bersama membangun Malinau yang berbudaya, produktif, dan semakin maju. (*)
