DLHK Kukar Siapkan Hampir 100 Personel Antisipasi Lonjakan Sampah saat MTQH Kaltim

16 Oktober 2026

TENGGARONG, takanews.com – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan hampir 100 personel untuk menjaga kebersihan selama pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits (MTQH) ke-46 Kalimantan Timur (Kaltim) pada Desember 2026.

Persiapan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan volume sampah selama kegiatan tingkat provinsi itu berlangsung selama sepekan. Terlebih, Kukar diperkirakan akan menerima sekitar 1.000 hingga 1.500 orang peserta dan kontingen dari berbagai daerah.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) DLHK Kukar, Tri Joko Kuncoro, mengatakan pihaknya mulai memetakan sejumlah lokasi yang diperkirakan menjadi pusat keramaian selama kegiatan berlangsung.

Menurutnya, kesiapan petugas kebersihan menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran acara sekaligus memberikan kesan positif kepada para tamu yang datang ke Kukar.

“Kami siap mendukung pelaksanaan MTQH, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan, lokasi kegiatan, dan kawasan perkotaan. Kami ingin para tamu yang datang merasa nyaman selama berada di Kukar,” ujarnya, Kamis (15/10/2026)

Tri menjelaskan, pemetaan dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah pengunjung dan tingkat aktivitas pada setiap lokasi kegiatan. Sejumlah titik yang menjadi perhatian utama meliputi lokasi pembukaan dan penutupan, serta kawasan pameran dan pusat aktivitas masyarakat.

Kawasan Arbizz Space, Taman Kota Raja, dan Jam Bentong turut menjadi perhatian karena diperkirakan ramai dikunjungi masyarakat selama perhelatan berlangsung.

Untuk menunjang operasional di lapangan, DLHK Kukar juga menyiapkan dua unit truk taktis untuk membantu pengangkutan sampah dari lokasi kegiatan.

Pengangkutan sampah direncanakan berlangsung dua kali sehari, yakni pada pagi dan sore hari. Jadwal tersebut disiapkan untuk mencegah penumpukan sampah di arena kegiatan maupun titik-titik keramaian.

“Pengangkutan akan kami jadwalkan pada pagi dan sore hari agar sampah tidak menumpuk. Petugas juga akan ditempatkan di sejumlah venue untuk menjaga kebersihan selama kegiatan berlangsung,” jelasnya.

Tri mengakui, kegiatan berskala besar berpotensi meningkatkan volume sampah, terutama dari aktivitas perdagangan, konsumsi makanan, dan minuman. Pengalaman saat pelaksanaan Erau menjadi salah satu gambaran bagi DLHK dalam mempersiapkan penanganan sampah selama MTQH.

Karena itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan panitia dan penyelenggara acara untuk mendukung penyediaan fasilitas pembuangan sampah di lokasi yang ramai pengunjung.

Kawasan Arbizz Space yang direncanakan menjadi pusat aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu lokasi yang memerlukan perhatian khusus. Aktivitas jual beli di kawasan tersebut berpotensi menghasilkan sampah sisa makanan dan kemasan minuman dalam jumlah besar.

Tri berharap pengelola kawasan dan penyelenggara dapat bekerja sama menyediakan tempat sampah serta mendorong pengunjung dan pelaku UMKM menjaga kebersihan lingkungan.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam memilah sampah, khususnya botol plastik yang masih memiliki nilai guna dan dapat didaur ulang.

“Kebersihan bukan hanya tanggung jawab petugas, melainkan tanggung jawab kita bersama. Kami berharap masyarakat, pelaku UMKM, dan penyelenggara turut menjaga kebersihan selama MTQH berlangsung,” tegasnya.

Terkait pengelolaan sampah setelah dikumpulkan, DLHK Kukar akan memilah sampah yang masih memiliki nilai manfaat untuk disalurkan ke bank sampah. Sementara itu, sampah residu yang tidak dapat dimanfaatkan kembali akan dibawa ke tempat pemrosesan akhir (TPA).

Melalui langkah tersebut, DLHK Kukar berharap pelaksanaan MTQH ke-46 Kaltim tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga tetap memperhatikan kebersihan dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Kutai Kartanegara. (sr/adv)


Baca Juga