Percepat Digitalisasi Pendidikan, Pemkab Kutai Barat Distribusikan 1.037 Komputer dan 76 Smartboard ke Sekolah

07 November 2026
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Barat, Kamius Junaidi memberikan pada acara bimbingan teknis digitalisasi pendidikan di SD Transformasi Kutai Barat, beberapa waktu lalu.

SENDAWAR, takanews.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat terus memperkuat kualitas pendidikan melalui percepatan digitalisasi sekolah. Sepanjang Tahun Anggaran 2026, Pemkab Kutai Barat telah mendistribusikan sebanyak 1.037 unit komputer dan 76 unit papan tulis interaktif pintar (smartboard) untuk mendukung kegiatan belajar mengajar pada jenjang PAUD, SD, hingga SMP yang tersebar di 16 kecamatan.

Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses teknologi pendidikan, sekaligus mengurangi kesenjangan fasilitas pembelajaran antara sekolah di kawasan perkotaan dan wilayah kampung, khususnya daerah terpencil yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur digital.

Capaian tersebut disampaikan Bupati Kutai Barat Frederick Edwin dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutai Barat di Sendawar, Kamis (5/11/2026).

Bupati Frederick Edwin menegaskan, pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan merupakan salah satu prioritas pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berdaya saing, serta mampu mengikuti perkembangan teknologi dan informasi.

Menurutnya, transformasi pendidikan tidak cukup hanya dengan membangun gedung sekolah dan menyediakan tenaga pengajar. Ketersediaan perangkat teknologi juga menjadi kebutuhan penting agar peserta didik di Kutai Barat memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan berkualitas.

“Pemenuhan sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar merupakan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan melek digital,” demikian penegasan Bupati.

Perangkat Digital Menjangkau 16 Kecamatan

Selain pengadaan 1.037 unit komputer dan 76 unit smartboard, Pemkab Kutai Barat juga memperkuat fasilitas pendidikan melalui penyediaan berbagai perlengkapan penunjang sekolah.

Sepanjang 2026, pemerintah daerah telah menyalurkan:

  • 1.037 unit komputer.
  • 76 unit smartboard.
  • 18.769 unit meja dan kursi.
  • 8 unit perangkat internet satelit Starlink.
  • 750 unit lemari arsip.
  • Berbagai alat peraga dan perlengkapan pendidikan lainnya.

Pemkab Kutai Barat juga melaksanakan pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur pendidikan, meliputi ruang kelas, rumah dinas guru, perpustakaan, aula, kantin, area parkir, lapangan olahraga, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), sanitasi, serta fasilitas pendukung lainnya.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa penguatan sektor pendidikan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kualitas bangunan sekolah, kelengkapan sarana pembelajaran hingga pemanfaatan teknologi digital.

Atasi Kesenjangan Digital Sekolah Pelosok

Salah satu tantangan pendidikan di Kutai Barat adalah kondisi geografis yang luas dan belum meratanya akses jaringan komunikasi di sejumlah wilayah kampung.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pengadaan komputer dan smartboard diintegrasikan dengan penyediaan delapan unit perangkat internet satelit Starlink bagi sekolah-sekolah di wilayah terpencil.

Ketersediaan fasilitas ini diharapkan dapat membantu sekolah mengatasi keterbatasan jaringan internet, memperluas akses terhadap sumber belajar digital, serta mendukung pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).

Dengan dukungan perangkat komputer dan konektivitas internet, sekolah-sekolah di wilayah pedalaman diharapkan tidak lagi mengalami ketertinggalan dalam pemanfaatan teknologi pendidikan. Bahkan, pelaksanaan ANBK diharapkan dapat berlangsung lebih mandiri tanpa harus bergantung pada fasilitas sekolah lain.

Peningkatan Kualitas Guru Tetap Menjadi Prioritas

Bupati Frederick Edwin juga menekankan bahwa modernisasi fasilitas pendidikan harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi tenaga pendidik.

Karena itu, Pemkab Kutai Barat turut mendorong peningkatan profesionalisme guru melalui program sertifikasi pendidik yang telah menjangkau 2.479 guru, disertai pelatihan metode pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Upaya tersebut diharapkan mampu memastikan teknologi yang tersedia di sekolah benar-benar dimanfaatkan secara optimal dalam proses pembelajaran, bukan sekadar menjadi fasilitas pendukung.

Pemerintah daerah juga menaruh perhatian terhadap peningkatan Angka Harapan Lama Sekolah (HLS) Kabupaten Kutai Barat yang saat ini berada pada angka 13,4 tahun. Capaian tersebut diharapkan terus meningkat melalui pemerataan akses pendidikan dan penguatan kualitas pembelajaran.

Melalui berbagai program tersebut, Pemkab Kutai Barat berupaya membangun ekosistem pendidikan yang lebih modern, inklusif, dan merata.

Digitalisasi sekolah bukan semata-mata tentang pengadaan komputer dan perangkat pintar, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk mempersiapkan generasi muda Kutai Barat agar memiliki kemampuan, keterampilan, dan daya saing menghadapi tantangan masa depan.

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berharap pemerataan fasilitas pendidikan ini dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran, sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi seluruh anak di Bumi Tanaa Purai Ngeriman untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas, termasuk mereka yang tinggal di wilayah pedalaman. (*/adv)


Baca Juga