Dari Masjid Babur Rahim, Kapolda Kaltara Menyapa, Mendengar, dan Merawat Silaturahmi

06 November 2026
Lewat program “Subuh Keliling”, usai salat subuh berjamaah, Kapolda Kaltara Brigjen Pol Andi Syahriful Taufik berdialog dengan masyarakat, jamaah masjid Babur Rahim Lingkas Ujung, Tarakan.

TARAKAN, takanews.com – Pagi belum sepenuhnya terang ketika suasana Masjid Babur Rahim, Lingkas Ujung, Kota Tarakan, mulai dipenuhi jemaah yang hendak menunaikan salat Subuh berjemaah. Di antara masyarakat yang hadir, tampak Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Utara (Kapolda Kaltara) Brigjen Pol. Andi Syahriful Taufik, S.I.K., M.Si., yang datang bukan sekadar menjalankan agenda kedinasan, tetapi juga untuk bersilaturahmi dan mendekatkan diri dengan masyarakat.

Melalui kegiatan Subuh Keliling (Subling), Kapolda Kaltara bersama Wakapolda Kaltara Brigjen Pol. Yusuf, S.I.K., M.Hum., dan jajaran kepolisian, membaur bersama jemaah dalam suasana penuh kekhusyukan.

Salat Subuh berjemaah menjadi awal perjumpaan yang sederhana, tetapi sarat makna. Sebuah ruang untuk mempererat persaudaraan, membangun kebersamaan, sekaligus mengingatkan bahwa menjaga kedamaian merupakan bagian dari ikhtiar bersama.

Usai salat, Kapolda Kaltara menyampaikan tausiah yang diselingi pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Dengan pendekatan yang humanis, ia mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga kerukunan, memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, serta tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang dapat mengganggu persatuan.

Baginya, keamanan bukan semata-mata tentang kehadiran aparat kepolisian, patroli, ataupun penegakan hukum. Lebih dari itu, keamanan tumbuh dari kesadaran, kepedulian, dan kebersamaan masyarakat dalam menjaga lingkungan masing-masing.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa Polri tidak dapat bekerja sendiri. Dukungan dan partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif di Kalimantan Utara.

Kapolda juga mengajak jemaah agar tidak sungkan membangun komunikasi dengan kepolisian. Jika mengetahui adanya potensi gangguan keamanan, masyarakat diharapkan segera menyampaikan informasi atau melaporkannya kepada aparat terdekat.

Bukan Hanya Memberi Pesan, tetapi Juga Mendengar

Ada hal menarik dalam kegiatan Subuh Keliling kali ini. Kapolda tidak hanya berdiri menyampaikan arahan, tetapi juga membuka ruang dialog dan tanya jawab secara langsung bersama para jemaah.

Kesempatan tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan pertanyaan, aspirasi, hingga persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan pelayanan kepolisian.

Suasana komunikasi berlangsung sebagai bentuk kedekatan antara pimpinan kepolisian dan masyarakat. Tidak ada sekat yang membatasi ruang untuk saling mendengar dan memahami.

Melalui dialog tersebut, Kapolda ingin membangun komunikasi yang terbuka agar masyarakat merasa memiliki ruang untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Sebab, kepercayaan masyarakat tidak cukup dibangun melalui kata-kata, tetapi perlu dirawat dengan kehadiran, kepedulian, keterbukaan, dan kesediaan untuk mendengarkan.

Merawat Silaturahmi, Menjaga Kedamaian Kaltara

Kehadiran Kapolda dan Wakapolda Kaltara mendapat sambutan positif dari pengurus Masjid Babur Rahim. Mereka menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kesempatan bersilaturahmi secara langsung dengan pimpinan Polda Kaltara beserta jajaran.

Bagi masyarakat, perjumpaan seperti ini menjadi kesempatan berharga. Masjid bukan hanya menjadi tempat menunaikan ibadah, tetapi juga ruang mempererat persaudaraan dan membangun kepedulian terhadap kehidupan sosial.

Subuh Keliling pun memiliki makna yang lebih luas dari sekadar kegiatan keagamaan. Di dalamnya terdapat pesan tentang pentingnya kerendahan hati untuk hadir di tengah masyarakat, mendengar keluh kesah, serta membangun hubungan yang dilandasi rasa saling percaya.

Melalui kegiatan ini, Polda Kaltara berharap hubungan silaturahmi antara Polri dan masyarakat semakin kuat. Kebersamaan tersebut diharapkan menjadi modal sosial dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Bumi Benuanta.

Pada akhirnya, menjaga Kaltara tetap aman dan damai bukan hanya tugas polisi. Dibutuhkan doa, kepedulian, dan peran seluruh elemen masyarakat.

Sebab, kedamaian tidak lahir hanya dari kuatnya penjagaan, tetapi juga dari hati yang saling menghormati, tangan yang saling membantu, dan masyarakat yang bersedia menjaga persaudaraan.

Dari masjid, melalui salat Subuh dan silaturahmi, pesan itu kembali diteguhkan: Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk menjadi bagian dari masyarakat. (*)


Baca Juga