Pemkab Kukar Siapkan Panen Raya Padi di Danau Semayang, Digelar Dua Pekan Lagi

TENGGARONG, takanews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) bersiap menggelar panen raya padi di kawasan Danau Semayang, Desa Semayang, Kecamatan Kenohan. Kegiatan tersebut diperkirakan berlangsung dalam dua pekan mendatang setelah tanaman padi yang dibudidayakan masyarakat mulai mendekati masa panen.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan koordinasi untuk pelaksanaan kegiatan tersebut telah dilakukan. Pemerintah daerah ingin menjadikan panen raya ini sebagai momentum untuk melihat langsung hasil pertanian masyarakat yang memanfaatkan kawasan danau ketika permukaan air mengalami penyusutan.
“Persiapan untuk kegiatan panen raya di Semayang sudah mulai kami koordinasikan. Kami memperkirakan pelaksanaannya bisa dilakukan dalam waktu dua pekan ke depan. Kami berharap seluruh pihak dapat hadir untuk melihat secara langsung hasil pertanian masyarakat di kawasan Danau Semayang,” ujar Aulia, Rabu (28/10/2026).
Aktivitas pertanian di kawasan tersebut sebelumnya sempat menarik perhatian publik setelah masyarakat mulai menanam padi di area danau yang mengering. Warga memanfaatkan kondisi tersebut untuk mengembangkan tanaman pangan menggunakan metode Tabela Dar atau tanam benih langsung.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Rifani, menjelaskan bahwa waktu penanaman setiap petani tidak berlangsung bersamaan. Masyarakat mulai menebar benih ketika permukaan air danau menyusut dan lahan dinilai sudah memungkinkan untuk ditanami.
“Penanaman di Semayang tidak dilakukan pada waktu yang bersamaan. Masyarakat mulai menanam ketika melihat permukaan air danau sudah cukup surut dan lahannya bisa dimanfaatkan. Petani lainnya kemudian mengikuti sesuai kondisi lahan masing-masing,” jelas Rifani, Jumat (30/10/2026).
Perbedaan waktu tanam tersebut membuat pelaksanaan panen di Semayang berlangsung secara bertahap. Sebagian tanaman diperkirakan siap dipanen pada awal November, sementara lahan lainnya baru memasuki masa panen hingga pertengahan Desember 2026. Bahkan, terdapat kemungkinan panen berlanjut sampai penghujung tahun.
Untuk mendukung kegiatan pertanian masyarakat, Pemkab Kukar telah menyalurkan bantuan benih padi sekitar 1,5 ton di Desa Semayang. Jumlah serupa juga diberikan kepada masyarakat di Desa Pela.
Rifani menyebut bantuan benih tersebut diperkirakan dapat mendukung penanaman pada lahan seluas 10 hingga 15 hektare di Semayang. Namun, luasan itu belum mencakup seluruh area yang dimanfaatkan warga karena sebagian petani juga menggunakan benih hasil pembelian mandiri maupun dari sesama petani.
Selain Semayang, penanaman padi dengan memanfaatkan kondisi lahan saat air surut juga dilakukan di sejumlah wilayah lain. Kawasan Melintang, Kecamatan Muara Wis, diperkirakan mulai memasuki masa panen pada awal Desember. Sementara itu, aktivitas serupa turut berlangsung di Desa Pela dan kawasan Jantur yang berada di sekitar anak Danau Jempang.
Di samping mempersiapkan panen raya, Distanak Kukar juga akan melakukan penghitungan produktivitas tanaman melalui metode ubinan. Pengukuran dilakukan dengan mengambil sampel hasil panen dari petak berukuran satu meter persegi untuk mengetahui perkiraan produksi berdasarkan luas lahan yang ditanami.
Langkah tersebut diperlukan untuk mendapatkan data hasil pertanian sekaligus melihat kemungkinan dampak musim kemarau terhadap produksi padi. Sebab, tanaman yang ditanam pada periode berbeda berpotensi menghasilkan produktivitas yang tidak sama.
Menurut Rifani, budidaya padi di kawasan Danau Semayang memiliki peluang untuk dikembangkan. Kondisi tanah yang memperoleh sedimentasi dari danau serta kebutuhan input pertanian yang relatif sedikit menjadi sejumlah faktor pendukung.
Meski demikian, pemerintah daerah masih menunggu hasil panen dan pengukuran lapangan sebelum menentukan gambaran produktivitas secara keseluruhan. Hasil tersebut nantinya menjadi bahan evaluasi untuk melihat potensi pengembangan pertanian dengan metode Tabela Dar di kawasan perairan Kukar. (sr/adv)
