Disdikbud Kukar Dorong Wajib Belajar 13 Tahun, Perkuat Pendidikan Karakter Sejak PAUD

26 Oktober 2026

TENGGARONG, takanews.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong pelaksanaan wajib belajar 13 tahun melalui penguatan pendidikan prasekolah selama satu tahun sebelum anak memasuki jenjang Sekolah Dasar (SD).

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, berkarakter, dan berintegritas untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengatakan hal itu saat ditemui usai agenda publikasi dan sosialisasi strategi pelaksanaan wajib belajar satu tahun pendidikan prasekolah 2026 di Pendopo Bupati Kukar, Senin (26/10/2026).

Ia menjelaskan, kebijakan wajib belajar 13 tahun merupakan pengembangan dari program wajib belajar 12 tahun, dengan menambahkan satu tahun pendidikan prasekolah melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebelum anak memasuki SD.

Menurutnya, pendidikan pada usia dini tidak hanya berorientasi pada kesiapan akademik, tetapi juga menjadi tahap penting dalam membentuk karakter anak.

“Jadi, bukan lagi 12 tahun, tetapi sudah 13 tahun. Anak-anak kita wajib mengikuti satu tahun pendidikan di PAUD sebelum masuk SD. Dari usia dini ini, kita harapkan karakter mereka mulai terbentuk sehingga nantinya tumbuh menjadi anak-anak yang berakhlak mulia,” ujarnya.

Heriansyah menilai, penguatan pendidikan sejak usia dini menjadi salah satu fondasi untuk menyiapkan generasi emas Kukar. Terlebih, daerah perlu mempersiapkan kualitas SDM agar mampu menghadapi tantangan pembangunan di masa mendatang.

Ia menyebut, peningkatan kualitas SDM menjadi penting di tengah kebutuhan daerah untuk mengurangi ketergantungan terhadap sumber daya alam yang terbatas. Hal tersebut sejalan dengan arah pembangunan yang mendorong pergeseran dari sektor ekstraktif menuju sektor non-ekstraktif.

“Yang paling fundamental harus kita siapkan adalah sumber daya manusia. Kita tidak bisa terus bergantung pada sumber daya alam yang terbatas. Karena itu, kompetensi, keterampilan, dan integritas masyarakat harus terus ditingkatkan,” jelasnya.

Selain kemampuan dan keterampilan, Heriansyah menekankan pentingnya integritas sebagai nilai yang perlu ditanamkan sejak anak berada di lingkungan PAUD. Pembentukan karakter tersebut dapat dimulai melalui kebiasaan sederhana dalam aktivitas sehari-hari.

Ia mencontohkan, anak perlu dibiasakan untuk disiplin, mandiri, jujur, menghargai orang lain, serta mengikuti aturan, seperti mengantre dan datang tepat waktu. Anak juga perlu dilatih membangun kepercayaan diri ketika mulai berinteraksi dengan lingkungan di luar keluarga.

“Di usia dini, kita ajarkan bagaimana mereka disiplin, mandiri, dan jujur. Contohnya, belajar mengantre, datang tepat waktu, hingga memiliki kepercayaan diri ketika berada di ruang bermain tanpa harus selalu didampingi orang tuanya,” tuturnya.

Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Disdikbud Kukar turut melibatkan berbagai unsur masyarakat dalam sosialisasi, mulai dari organisasi dan kelompok pendidik PAUD hingga tokoh masyarakat dan kepala desa.

Pelibatan berbagai pihak itu diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pendidikan prasekolah sekaligus mendorong pemerataan akses pendidikan bagi anak-anak di seluruh wilayah Kukar.

Heriansyah menyebut, saat ini terdapat sekitar 500 satuan pendidikan PAUD di Kukar, baik negeri maupun swasta. Keberadaan satuan pendidikan tersebut menjadi modal untuk memperluas akses anak mengikuti pendidikan prasekolah sebelum memasuki jenjang SD.

Di sisi lain, pemerintah daerah terus melakukan pembenahan sarana dan prasarana guna menunjang kegiatan belajar anak. Perbaikan mencakup infrastruktur gedung, perabot pembelajaran, hingga alat peraga edukatif yang digunakan dalam proses pendidikan.

Menurut Heriansyah, alat peraga edukatif memiliki peran penting dalam pembelajaran PAUD karena anak-anak lebih mudah memahami materi melalui kegiatan bermain yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangannya.

“Yang paling banyak dibutuhkan anak-anak PAUD itu alat peraga. Melalui alat peraga, mereka bisa bermain dengan nyaman sekaligus belajar memahami sesuatu. Di situ juga kita menanamkan pendidikan karakter,” pungkasnya. (sr/adv)


Baca Juga